Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPS Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Tak Berkaitan dengan Pajak
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (10/6/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • BPS Kota Tangerang menjamin data Sensus Ekonomi 2026 bersifat rahasia, tidak terkait pajak, dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.
  • Sebanyak 1.256 petugas diterjunkan untuk mendata pelaku usaha di seluruh wilayah Kota Tangerang hingga 31 Agustus 2026 guna memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh.
  • BPS menghadapi sejumlah penolakan dari warga saat pendataan, sehingga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar proses sensus berjalan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kota Tangerang, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan. Penegasan ini disampaikan untuk menjawab keraguan sebagian pelaku usaha yang masih enggan memberikan data saat proses pendataan berlangsung.

Kepala BPS Kota Tangerang, Muladi Widastomo, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 kini telah memasuki pekan ketiga. Pendataan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.256 petugas yang menyasar pelaku usaha di seluruh wilayah Kota Tangerang.

1. Data sensus hanya digunakan untuk kebutuhan statistik

Dua petugas BPS menunjukan tanda simbol Sensus Ekonomi sebelum bergerak melakukan survei untuk wilayah Kelurahan Kembangsari Kecamatan Semarang Tengah. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Muladi menjelaskan, seluruh informasi yang diberikan responden dilindungi oleh undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik nasional. Data yang dikumpulkan juga tidak akan dipublikasikan secara individu.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Data yang diberikan tidak akan dipublikasikan secara perorangan, tidak berkaitan dengan pajak, dan hanya disajikan dalam bentuk data agregat. Kerahasiaannya dijamin," kata Muladi, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, Sensus Ekonomi menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan besar, termasuk usaha yang berbasis digital.

2. Pendataan melibatkan lebih dari seribu petugas

Ribuan petugas survei dari BPS Kota Semarang mulai dilibatkan untuk mendukung pendataan Sensus Ekonomi. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dalam pelaksanaannya, BPS Kota Tangerang menerjunkan 1.256 petugas lapangan yang akan mendatangi langsung lokasi usaha. Mereka bertugas menghimpun berbagai informasi yang dibutuhkan untuk menggambarkan perkembangan dunia usaha di Kota Tangerang.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan dasar dalam penyusunan statistik ekonomi daerah maupun nasional. Hasil sensus juga diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat terkait struktur dan potensi ekonomi di Kota Tangerang.

"Data ini menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran," ujar Muladi.

3. Masih ada penolakan, BPS gandeng RT hingga kelurahan

Sejumlah petugas survei dari kalangan bapak-bapak dan Gen Z juga berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kota Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Meski pendataan terus berjalan, BPS mengakui masih menemukan sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah penolakan dari sebagian pelaku usaha, terutama di beberapa kawasan permukiman.

Untuk mengatasi hal tersebut, BPS memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT dan RW agar proses pendataan dapat berlangsung lebih lancar.

Muladi berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas. Menurutnya, partisipasi pelaku usaha menjadi kunci untuk menghasilkan data yang akurat.

"Dukungan masyarakat sangat penting agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi Kota Tangerang. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat," tuturnya.

Editorial Team

Related Article