Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Ceceran Galian Tanah Picu Kecelakaan, Motor di Jalan Lebak Berjatuhan

Videoframe_20250826_122319_com.huawei.himovie.overseas_edit_448613268624016.jpg
Warga pengguna jalan menjadi korban atas peristiwa ini (Dok. IDN Times/Sndi)
Intinya sih...
  • Ceceran tanah merah dan hujan membuat jalan licin, menyebabkan kecelakaan pengendara motor.
  • Truk pengangkut tanah sering melintas pada siang hari, melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan.
  • Pengendara motor meminta pemerintah menertibkan aktivitas galian tanah ilegal yang membahayakan keselamatan dan lingkungan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Aktivitas pengangkutan tanah galian C diduga ilegal yang berada di Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengakibatkan tanah berceceran. Di salah titik, yakni sepanjang Jalan Dr Ir Soetami tepatnya di jalan Rangkasbitung-Cikande, tanah berceceran itu memicu kecelakaan beruntun melibatkan beberapa kendaraan sepeda motor.

Ali, salah seorang pengendara sepeda motor mengatakan, bahwa pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat tergelincir ceceran tanah yang terjatuh dari truk-truk pengangkut tanah merah.

"Ada beberapa pengendara sepeda motor yang jatuh dan mengalami luka-luka, dua diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka yang cukup serius," kata Ali, Selasa (26/8/2025).

1. Ceceran tanah terkena hujan bikin jalan tambah licin

Videoframe_20250826_122311_com.huawei.himovie.overseas_edit_448627460896094.jpg
Warga pengguna jalan menjadi korban atas peristiwa ini (Dok. IDN Times/Sndi)

Ali mengungkapkan, peristiwa kecelakaan tersebut karena kondisi jalan yang penuh dengan ceceran tanah merah ditambah dengan hujan, yang mengakibatkan kondisi jalan menjadi licin.

"Dengan kondisi jalan yang licin tersebut membuat pengendara sepeda motor kehilangan kendali dan terjatuh," ujarnya.

2. Truk tanah kerap melintas pada siang hari

Videoframe_20250826_122319_com.huawei.himovie.overseas_edit_448613268624016.jpg
Warga pengguna jalan menjadi korban atas peristiwa ini (Dok. IDN Times/Sndi)

Ia menjelaskan, insiden serupa sering terjadi di wilayah tersebut lantaran truk pengangkut tanah kerap melintas, meski sangat membahayakan. “Padahal sudah jelas aturannya kalau truk pengangkut pasir dan tanah tidak boleh melintas siang hari. Tapi sepertinya aturan itu tidak diindahkan,” imbuhnya.

Ali berharap, agar pemerintah setempat bisa peduli kepada para pengguna jalan untuk segera menertibkan galian tanah merah ilegal dengan cara menutupnya.

"Tolong segera ditutup saja lah, karena sangat membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor. Karena aktivitas galian tanah merah tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak negatif pada lingkungan dan ketertiban umum," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us