Dicuekin Arief, Dimyati Dekati Iti Jadi Pendamping di Pilgub Banten

Serang, IDN Times - Perebutan tiket hingga calon pendamping di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten mulai memanas. Setelah "dicuekin" mantan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, kini Dimyati Natakusumah mendekati Iti Octavia Jayabaya.
Bahkan, anggota DPR RI dari PKS itu pun sempat memuji wanita yang pernah menjabat Bupati Lebak itu sebagai penguasa di daerah selatan Banten tersebut.
"Mudah-mudahan ini jadi. Beliau (Iti) punya power di Lebak, kami di Pandeglang. Kalau suara Lebak dan Pandeglang dipadukan full saja, sudah bisa meraih kemenangan," kata Dimyati di kantor DPD Demokrat Banten, Senin (20/5/2024).
Diberitakan sebelumnya, Dimyati yang juga pernah menjabat Bupati Pandeglang itu, mengumumkan diri sebagai bakal calon Gubernur Banten.
1. Dimyati mengaku salah satu kandidat pendampingnya, Iti Octavia Jayabaya

Semenjak menyatakan maju di Pilgub Banten, Dimyati mengaku telah membidik beberapa nama potensial untuk menjadi pendampingnya sebagai bakal calon wakil Gubernur Banten. Salah satunya Iti Octavia Jayabaya, sekaligus Ketua DPD Demokrat Banten.
"Siapa pasangannya sebelah saya? Salah satunya (Iti). Tergantung survei karena kami mau dari utara ada, selatan ada, tengah ada. Dan, melihat potensi dari selatan itu Bu Iti," katanya.
2. Jawaban Dimyati setelah ajakannya "dicuekin" Arief

Saat dikonfirmasi terkait ajakannya terhadap sesama politisi Partai Demokrat Arief Wismansyah bertepuk sebelah tangan, Dimyati menilai, hal itu masih dinamis. Perjalanan pencarian tiket dan pasangan di Pilkada masih panjang.
"Bisa aja kan, Pak Rano juga dengan Bu Iti, atau Bu Iti dengan Pak Arief. Bisa saya juga demikian, tapi itu dinamis, belum diputuskan," katanya.
3. Dimyati sempat menyinggung kurangnya perhatian Pemprov Banten, jadi penyebab Pandeglang-Lebak tertinggal

Dalam kesempatan itu pun, Dimyati sempat mengungkapkan alasannya maju di Pilgub Banten. Salah satunya, Dimyati ingin memberikan perhatian lebih terhadap dua daerah yang dinilai masih tertinggal, yakni Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Dimyati menilai, ketertinggalan dua daerah ini lantaran minimnya perhatian dari Pemprov Banten. "Karena jujur saja setelah Banten berdiri persoalannya ada di Pandeglang dan Lebak, sekarang ini perhatian pemprov kurang terhadap Pandeglang dan Lebak," katanya.






















