Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dievakuasi dari Daerah Konflik Myanmar, 400 WNI Akan Tiba di Soetta

Dievakuasi dari Daerah Konflik Myanmar, 400 WNI Akan Tiba di Soetta
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Intinya Sih
  • 400 WNI dievakuasi dari pusat scam online di Myawaddi, Myanmar
  • Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan dan Menteri Luar Negeri, Sugiono akan menyambut kepulangan WNI di Bandara Soetta
  • Para WNI melalui proses screening kesehatan dan National Referral Mechanism sebelum diterbangkan ke Tanah Air
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 400 WNI dievakuasi dari pusat scam online di wilayah konflik Myawaddi, Myanmar. Keseluruhan WNI tersebut pun dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekira pukul 09.00 WIB.

Dalam kepulangan tersebut, dijadwalkan Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan, Budi Gunawan dan Menteri Luat Negeri, Sugiono akan menyambut kepulangan ratusan WNI tersebut. Tidak hanya itu, keduanya juga dijadwalkan menggelar konferensi pers di Terminal 3 VIP Bandara Soetta.

1. Ratusan WNI tersebut dipulangkan dari Myawaddi melalui jalur darat ke Thailand

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para WNI tersebut telah diseberangkan ke kota Maesot di wilayah Thailand melalui Second Friendship Bridge. Setelah melalui proses screening kesehatan dan National Referral Mechanism, para WNI berangkat melalui jalur darat selama 10 jam menggunakan 9 bis menuju Bandara Don Mueang Bangkok. Selanjutnya mereka diterbangkan dengan pesawat charter ke Tanah Air.

2. Terdapat 6 wanita hamil

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Dari 400 WNI tersebut, terdiri dari 313 laki laki dan 87 perempuan. Keseluruhan dalam kondisi sehat, namun 6 perempuan dalam kondisi hamil.

Sementara itu, upaya tahap selanjutnya untuk menyeberangkan para WNI ke Maesot sebanyak 154 akan dilakukan pada hari ini dan direncanakan tiba di Jakarta pada Rabu, 19 Maret 2025.

3. Berbagai kesulitan dihadapi saat upaya memulangkan para WNI

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 359 WNI masih berada di wilayah konflik bersenjata, yang juga menjadi pusat online scam di Myawaddy, Myanmar. Mereka ada yang 'dijebak' bekerja di tempat tersebut maupun yang sudah menjadi pelaku.

Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan pekerja migran Indonesia Kemlu RI mengungkapkan, pihaknya memerlukan koordinasi dengan otoritas Myanmar dan Thailand untuk memulangkan seluruh WNI di sana. 

"Karena tentu mereka masuk ke wilayah Myawaddy jalur ilegal, sehingga kami akan keluarkan melalui Thailand dan ada beberapa prosedur yang ada seperti proses pemeriksaan kesehatan, Imigrasi, dan mekanisme negara mereka yang harus dipenuhi," kata Judha di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jumat (28/2/2025).

Judha mengungkapkan, terdapat berbagai kesulitan yang menjadi hambatan pemulangan WNI di Myawaddy, yakni pertama terkait masalah data yang tidak pasti. Namun, pihaknya terus memproses pengaduan yang masuk, baik dari WNI itu sendiri maupun dari keluarganya. 

"Tapi kami yakini ada warga negara kita yang masih ada di sana, baik yang tidak mengadu maupun yang tidak memiliki akses mengadu," jelasnya. 

Kedua, wilayah Myawaddy merupakan daerah konflik bersenjata, di mana banyak kelompok etnis bersenjata yang memberikan komplesitas dalam proses pemulangan. Ketiga, saat proses perjalanan untuk keluar dari wilayah tersebut, kondisinya menjadi tidak aman sehingga diperlukan menyeberang ke negara Thailand.

"Nah saat ke Thailand tentu ada yuridiksi Thailand yang lerku kita hormati untuk itu kita komunikasi intensif dan pihak Thailand sudah membantu, agar wilayahnya menjadi lokasi transit pemulangan warga negara kita," ungkapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More