IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 359 WNI masih berada di wilayah konflik bersenjata, yang juga menjadi pusat online scam di Myawaddy, Myanmar. Mereka ada yang 'dijebak' bekerja di tempat tersebut maupun yang sudah menjadi pelaku.
Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan pekerja migran Indonesia Kemlu RI mengungkapkan, pihaknya memerlukan koordinasi dengan otoritas Myanmar dan Thailand untuk memulangkan seluruh WNI di sana.
"Karena tentu mereka masuk ke wilayah Myawaddy jalur ilegal, sehingga kami akan keluarkan melalui Thailand dan ada beberapa prosedur yang ada seperti proses pemeriksaan kesehatan, Imigrasi, dan mekanisme negara mereka yang harus dipenuhi," kata Judha di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jumat (28/2/2025).
Judha mengungkapkan, terdapat berbagai kesulitan yang menjadi hambatan pemulangan WNI di Myawaddy, yakni pertama terkait masalah data yang tidak pasti. Namun, pihaknya terus memproses pengaduan yang masuk, baik dari WNI itu sendiri maupun dari keluarganya.
"Tapi kami yakini ada warga negara kita yang masih ada di sana, baik yang tidak mengadu maupun yang tidak memiliki akses mengadu," jelasnya.
Kedua, wilayah Myawaddy merupakan daerah konflik bersenjata, di mana banyak kelompok etnis bersenjata yang memberikan komplesitas dalam proses pemulangan. Ketiga, saat proses perjalanan untuk keluar dari wilayah tersebut, kondisinya menjadi tidak aman sehingga diperlukan menyeberang ke negara Thailand.
"Nah saat ke Thailand tentu ada yuridiksi Thailand yang lerku kita hormati untuk itu kita komunikasi intensif dan pihak Thailand sudah membantu, agar wilayahnya menjadi lokasi transit pemulangan warga negara kita," ungkapnya.