Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dindik Tangerang Larang Siswa Kendarai Mobil atau Motor ke Sekolah

Kab. Tangerang
Dindik Tangerang Larang Siswa Kendarai Mobil atau Motor ke Sekolah
Ilustrasi siswa SMPN dan orang tuanya (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Share Article

Kabupaten Tangerang, IDN Times - Dinas Pendidikan (Dindik) Tangerang meminta siswa yang masih belum memiliki kelengkapan surat berkendara untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah. Hal tersebut dilakukan agar tak ada lagi kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan siswa sekolah.

"Baik itu roda dua maupun roda empat," kata Sekretaris Dindik Kabupaten Tangerang, Fahrudin, Selasa (2/7/2022).

  1. 1. Sekolah diminta tak sediakan lahan parkir untuk siswa

    Liputan6
    Liputan6

    Fahrudin menuturkan, pihaknya juga meminta pihak sekolah untuk tidak menyediakan lahan parkir untuk siswanya. Hal itu agar siswa tak memiliki kesempatan untuk membawa kendaraan bermotor.

    "Kalau ada sekolah yang masih menyediakan lahan parkir bagi siswa, berarti mengizinkan. Itu akan jadi bahan evaluasi kita," tuturnya.

  2. 2. Pihak sekolah diminta untuk ikut mengimbau siswa agar taat berlalu lintas

    Ilustrasi kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SMA. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
    Ilustrasi kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SMA. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

    Sekolah, kata Fahrudin, memiliki kewajiban untuk memberikan edukasi kepada siswanya mengenai imbauan taat berlalu lintas, salah satunya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal itu agar terciptanya keselamatan berlalu lintas.

    "Jadi kalau untuk anak SMP, pastinya belum memiliki SIM karena belum cukup umur," jelasnya.

  3. 3. Dinas bakal berkolaborasi dengan pihak kepolisian

    Ilustrasi tilang. IDN Times/Mia Amalia
    Ilustrasi tilang. IDN Times/Mia Amalia

    Pihaknya pun, lanjut Fahrudin, bakal berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan imbauan dan menertibkan siswa belum memiliki kelengkapan surat berkendara.

    "Mudah-mudahan orangtua juga memahami hal ini, jadi bisa juga turut membantu bahu-membahu menyelamatkan anak bangsa," kata Fahrudin.

Share Article

Related Articles

See More