Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dishub Kabupaten Tangerang Minta Warga Laporkan saat Temui PJU Mati
Sejumlah ruas jalan masuk program penanganan PJU (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Dishub Kabupaten Tangerang mengimbau warga melaporkan lampu PJU mati agar perbaikan bisa segera dilakukan di ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
  • Dishub Kabupaten Tangerang berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Banten untuk menangani PJU mati di jalan provinsi serta menyiapkan program pembangunan penerangan bersama lintas wilayah.
  • Warga mengeluhkan banyaknya ruas jalan gelap di Kabupaten Tangerang karena PJU mati, yang dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal pada malam hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang meminta masyarakat aktif melaporkan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi agar dapat segera ditangani.

Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Jaenudin, mengatakan laporan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses perbaikan, khususnya pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Informasikan saja PJU di jalan Kabupaten (Tangerang) yang mati, supaya bisa segera kami tindak lanjuti,” kata Jaenudin, Selasa (2/6/2026).

1. Dishub koordinasi dengan Pemprov Banten

Gubernur Banten Andra Soni dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Jaenudin menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Banten terkait sejumlah PJU yang mati di ruas jalan berstatus jalan provinsi. Menurutnya, laporan terkait kondisi lampu penerangan di sejumlah titik sudah disampaikan dan saat ini sedang dibahas tindak lanjut penanganannya.

“Jalan yang disebutkan adalah PJU di jalan provinsi. Sudah dibuatkan laporan ke Dishub Provinsi (Banten) dan saat ini sedang dibahas tindak lanjutnya,” ujarnya.

Selain perbaikan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program pembangunan dan penanganan PJU melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

2. Sejumlah ruas jalan masuk program penanganan

Sejumlah ruas jalan masuk program penanganan PJU (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Berdasarkan data Alat Penerangan Jalan (APJ), sejumlah ruas jalan provinsi yang masuk dalam program pembangunan kolektif antara lain Jalan Jenggot–Kronjo, Kronjo–Mauk, Mauk–Teluknaga, Teluknaga–Dadap, Tigaraksa–Maja, Malangnengah–Tigaraksa, Simpang Bitung–Curug, Curug–Legok–Parung Panjang, hingga Cisauk–Jaha.

Selain itu, terdapat program pembangunan lintas daerah yang melibatkan Pemerintah Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan pada ruas Simpang Gading Serpong–Serenade–Kebon Nanas.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penerangan jalan sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan di wilayah Tangerang Raya.

3. Warga keluhkan jalan gelap dan rawan kejahatan

Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU).(IDN Times/Daruwaskita)

Sebelumnya, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tangerang dikeluhkan warga karena minim penerangan akibat banyaknya lampu PJU yang mati.

Beberapa titik yang dilaporkan gelap pada malam hari di antaranya Jalan Raya Kutruk Simpang di Tigaraksa, Jalan Raya STPI Curug menuju Cisauk, Jalan Raya Curug, Curug-Parigi, Jalan Raya Binong, Jalan Pasir Randu, hingga Jalan Raya Imam Bonjol yang berbatasan dengan Kota Tangerang.

Kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Sepatan dan Sepatan Timur, seperti ruas Sulang–Jatimulya, Jalan Bayur arah Korinduk, Pisangan Cecere Kayu Agung, Simpang Tiga Gempolsari, hingga Jalan Gedong Kosong.

Warga menilai minimnya penerangan jalan tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko tindak kriminalitas, termasuk aksi pencurian dan begal pada malam hari.

Editorial Team

Related Article