GP Ansor Pertanyakan Laporan Penyertaan Modal BJB di Kejari Tangsel

- Jika tak ada transparansi, Kejari Tangsel akan diadukan ke Jamwas KejagungAmizar mengaku sempat dimintai keterangan oleh Kejari Tangsel pada September 2025 untuk melengkapi laporan. Namun, setelah hampir 6 bulan berlalu, GP Ansor belum mendapatkan perkembangan lanjutan.Amizar menegaskan, jika tidak ada kejelasan atau transparansi dari Kejari Tangsel, pihaknya akan mengadukan persoalan itu ke Kejaksaan Agung (Kejagung). "Kalau tidak ada transparansi kami akan adukan ke Jamwas (ke Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan)," ungkapnya.
- LBH Ansor menuntut transparansiSementara itu, Ketua LBH Ansor Kota Tangsel, S
Tangerang Selatan, IDN Times — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melayangkan surat kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel untuk meminta kejelasan terkait laporan dugaan penyertaan modal Pemerintah Kota Tangsel di Bank BJB yang mereka sampaikan sejak Agustus 2025.
Sekretaris GP Ansor Kota Tangsel, Amizar, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut. Padahal, menurutnya, beberapa pihak disebut sudah dimintai keterangan oleh kejaksaan.
“Karena itu hari ini kami mengirim surat permohonan informasi supaya persoalan ini terang benderang. Kami dengar sudah ada yang dipanggil, tapi ke kami tidak ada penjelasan apa pun,” kata Amizar di kantor Kejari Tangsel, Rabu (21/1/2026).
1. Jika tak ada transparansi, Kejari Tangsel akan diadukan ke Jamwas Kejagung
Amizar mengaku sempat dimintai keterangan oleh Kejari Tangsel pada September 2025 untuk melengkapi laporan. Namun, setelah hampir 6 bulan berlalu, GP Ansor belum mendapatkan perkembangan lanjutan.
Amizar menegaskan, jika tidak ada kejelasan atau transparansi dari Kejari Tangsel, pihaknya akan mengadukan persoalan itu ke Kejaksaan Agung (Kejagung). "Kalau tidak ada transparansi kami akan adukan ke Jamwas (ke Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan)," ungkapnya.
2. LBH Ansor menuntut transparansi

Sementara itu, Ketua LBH Ansor Kota Tangsel, Suhendar menegaskan, pihaknya menuntut adanya transparansi dalam penanganan laporan tersebut sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam mendorong pemerintahan yang bersih.
“Sudah hampir 6 bulan belum ada perkembangan apa pun. Kalau memang tidak ada kejelasan, tentu kami akan menempuh langkah lanjutan,” tegas Suhendar yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang.
Saat dikonfirmasi, pihak Kejari Tangsel belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan informasi dari GP Ansor tersebut.
3. Sebelumnya, PC Ansor Tangsel melaporkan investasi Pemkot Tangsel ke Bank BJB
Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Tangsel melaporkan dugaan adanya kerugian keuangan negara terkait penyertaan modal Pemkot Tangsel ke PT BJB. Laporan itu disampaikan ke Kejari Tangsel.
Sekretaris PC GP Ansor Tangsel, Amizar mengatakan, langkah itu merupakan bentuk partisipasi organisasi kepemudaan dalam mengawal tata kelola keuangan daerah.
“Bagi kami, penting untuk memastikan Tangsel berkembang sebagai kota yang bersih dan akuntabel. Melaporkan dugaan ini adalah wujud komitmen kami sebagai organisasi kepemudaan agar rakyat Tangsel bisa merasakan manfaat pembangunan,” kata Amizar, Minggu (24/8/2025).
















