Ini Strategi Paslon di Kota Tangerang Entaskan Kemiskinan

- Faldo Maldini ingin membuka akses program pemerintah untuk masyarakat miskin ekstrem di Kota Tangerang, serta membangun semangat peduli sesama.
- Amarullah berencana meningkatkan angka bedah rumah, adakan sembako murah, dan fokus pada pelayanan kesehatan langsung ke PMKS.
- Sachrudin akan melanjutkan program jaminan sosial dan bantuan langsung keluarga untuk menurunkan kemiskinan ekstrem di Kota Tangerang.
Tangerang, IDN Times - Debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang digelar Rabu (23/10/2024). Dalam debat tersebut, salah satu pertanyaan yang diajukan panelis yakni terkait strategi ketiga paslon dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang ada di angka 0,63 persen di Kota Tangerang.
"Kota Tangerang masih memiliki angka kemiskinan ekstrem 0,63 persen, bagaimana strategi paslon untuk mengatasi hal tersebut?" ujar moderator yang membacakan pertanyaan.
1. Paslon nomor urut 1 bakal buka akses luas ke fasilitas yang diberikan pemerintah

Menanggapi hal tersebut, Calon Wali Kota Tangerang nomor urut 1, Faldo Maldini mengatakan, pihaknya bakal membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat miskin ekstrem agar bisa mendapatkan akses program yang dimiliki Pemerintah Kota Tangerang, seperti pendidikan, transportasi umum, dan lain sebagainya.
"Selain itu juga kami ingin membangun spirit bersama agar semua masyarakat kota Tangerang peduli sesama, agar tidak ada saudara kita yang tidak bisa makan ke depannya," ujar Faldo.
Selain itu, Faldo juga bakal blusukan setiap hari dari rumah ke rumah, termasuk menggerakkan organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa menurunkan kemiskinan ekstrem di Kota Tangerang.
"Terutama OPD dalam bidang pendidikan, mereka harus diterima seluas-luasnya oleh sekolah negeri di Tangerang, kebijakan bersifat afirmatif akan kami dorong sehingga masyarakat kota Tangerang tak ada lagi yang miskin," jelasnya.
2. Paslon nomor urut 2 ingin pendistribusian bantuan sembako tepat sasaran

Sementara itu, Calon Wali Kota Tangerang nomor urut 2, Amarullah mengatakan, salah satu hal yang membuat kemiskinan ekstrem masih ada di wilayah tersebut lantaran bantuan sembako tidak tepat sasaran.
"Kadang data yang dimiliki pemerintah beda dengan kenyataan," ungkapnya.
Selain itu, dia berpendapat, salah satu hal krusial pada kemiskinan ekstrem yakni tempat tinggal yang layak. Untuk itu, pihaknya ingin meningkatkan angka bedah rumah di Kota Tangerang, dari yang senilai hanya Rp20 juta menjadi Rp50 juta.
"Lalu juga kami ingin adakan sembako murah untuk program si Jampang di tiap kelurahan, juga meningkatkan jaminan sosial dan pelayanan kesehatan dengan fokus pelayanan kunjungan langsung ke PMKS," tuturnya.
3. Sachrudin ingin ingin jaminan sosial dan bantuan langsung ke masyarakat miskin dilanjutkan

Sementara itu, Calon Wali Kota Tangerang nomor urut 3, Sachrudin mengungkapkan, penurunan angka kemiskinan ekstrem dari tahun ke tahun menunjukkan program yang selama ini dilakukan oleh Pemkot Tangerang telah berhasil. Untuk itu, pihaknya bakal melanjutkan program-program yang berpihak kepada rakyat, namun akan ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Penanggulangan kemiskinan dengan program pemerintah kota Tangerang dalam bentuk jaminan sosial dan bantuan langsung keluarga yang membutuhkan dan pelayanan kesehatan yang fokus langsung kepada PMKS," jelasnya.


















