Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Tips Cegah Penculikan Anak dari Psikolog Pemkot Tangerang

Ini Tips Cegah Penculikan Anak dari Psikolog Pemkot Tangerang
ilustrasi penculikan anak (unsplash.com/eh_adit)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Tangerang mengimbau orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak demi mencegah penculikan.
  • Psikolog Puspaga menyebut lemahnya pengawasan orangtua dan individu dewasa sebagai penyebab mudahnya anak menjadi korban penculikan.
  • Pentingnya peran masyarakat sekitar dalam mengawasi anak agar tidak mudah dirangkul pihak yang tidak bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kota Tangerang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau dan mengingatkan pentingnya peran keluarga, khususnya orangtua untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pendekatan terhadap anak-anak mereka, guna mencegah terjadinya kasus penculikan.

Psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di bawah DP3AP2KB Kota Tangerang Sri Damayanti mengungkapkan, berbagai faktor yang dapat mendorong terjadinya penculikan.

Masalah lemahnya pengawasan orangtua dan orang dewasa menjadi salah satu penyebab anak mudah menjadi korban penculikan.

"Pengawasan ini penting dilakukan, terutama saat anak sedang berada di luar rumah. Sekarang ini, banyak orangtua yang terlalu sibuk dengan urusannya sehingga kurang memperhatikan lingkungan bermain anak-anaknya," kata Yanti, Rabu (30/10/2024).

1. Pengawasan anak jangan sampai menimbulkan sindrom "dunia yang kejam"

ilustrasi anak sedang sedih (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi anak sedang sedih (pexels.com/cottonbro studio)

Namun, pengawasan anak juga tidak boleh berlebihan yang sampai menimbulkan sindrom dunia yang kejam. Sindrom ini membuat orangtua membatasi dan melarang anak untuk bermain ataupun mengeksplorasi daya kembangnya di luar rumah.

"Sebab, ketakutan yang berlebihan, hal ini juga buruh bagi anak," kata dia.

2. Peran lingkungan juga jadi faktor utama

SD SAIM (Sekolah Alam Insan Mulia) (saim.sch.id)
SD SAIM (Sekolah Alam Insan Mulia) (saim.sch.id)

Selain orangtua, peran masyarakat sekitar juga penting agar anak tidak mudah dirangkul pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengawasan masyarakat belakangan ini semakin melemah seiring kentalnya sikap individualistis.

”Sekarang, kita semakin individualis, kurang punya kepedulian terhadap sesama. Pengawasan yang bagus antara orangtua di rumah, masyarakat di luar rumah dan pihak sekolah ketika anak di sekolah menjadi pagar penting menghindari penculikan anak,” ujar Yanti.

3. Anak juga harus punya pengetahuan menghadapi orang asing

Yanti mengatakan, untuk orangtua juga perlu membekali anak dengan pengetahuan bagaimana saat berhadapan dengan orang asing.

Anak diberikan pemahaman untuk tidak sembarangan berbicara, tidak mudah percaya, tidak mudah terbujuk dengan iming-iming pemberian orang lain, serta bisa menolak ajakan orang yang tidak dikenal.

”Penting juga, orangtua harus menjadi teman bagi anak sehingga muncul komunikasi dan saling percaya,” kata Yanti.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhammad Iqbal
EditorMuhammad Iqbal

Latest News Banten

See More