Jelang New Normal, Mal di Tangerang Diharap Persiapkan Diri

Tangerang, IDN Times - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, saat ini wilayahnya tengah bersiap-siap melaksanakan tatanan hidup baru atau new normal di Kabupaten Tangerang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pusat-pusat perbelanjaan.
“Sebelum itu berjalan dan buka, kami ingin mengetahui secara pasti dan juga ingin melihat komitmen seluruh operator dari pasar modern, mal dan lain sebagainya. Karena yang pertama kita harapkan adalah keamanan kesehatan dari para pengunjung,” kata Zaki, dalam sebuah rapat online bersama beberapa stakeholder terkait, Kamis (4/6).
1. Pengoprasian mal kembali masih tunggu instruksi Gubernur Banten

Zaki meminta semuanya berdisiplin mengikuti protokol kesehatan COVID-19 agar nanti ketika mal dan pusat perbelanjaan dibuka, wabah COVID-19 tetap bisa ditekan. Namun, Zaki menyebut pihaknya masih belum bisa memastikan kapan pengoperasian mal kembali diizinkan.
“Karena untuk pembukaan saya masih menunggu instruksi Gubernur Banten dan juga melihat situasi di DKI Jakarta,” ucapnya.
2. Jika mal dibuka, jangan sampai ada gelombang kedua kasus COVID-19

Jika nantinya mal kembali dibuka, kata Zaki, jangan sampai ada kelalaian ketika pelaksanaannya. "(Saya) tidak ingin nanti ada gelombang kedua kasus COVID-19 di Kabupaten Tangerang. Sekali lagi, saya mohon kesempatan yang diberikan nanti harus dimanfaatkan dan dijaga dengan baik kepercayaan dari pemerintah daerah," kata Zaki.
Dia berharap, tidak ada lagi kasus baru COVID-19 ke depannya. Hal itu bisa dicapai dengan jika semua sudah berikhtiar dan berusaha melakukan upaya sesuai protokol dan standar kesehatan coronavirus.
3. Pengelola mal klaim siap laksanakan syarat pemerintah pada pembukaan mal

Sementara itu, Aditya selaku pengelola mal dan perwakilan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kabupaten Tangerang mengungkap, pihaknya sangat menyambut baik rencana dibukanya tempat-tempat usaha ini.
“Pihak mal siap untuk melakukan protokol-protokol kesehatan yang disyaratkan oleh pemerintah seperti pengukuran suhu, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer jaga jarak, serta hal teknis lainnya siap diikuti dan dipatuhi oleh pengelola mal,” ungkapnya.


















