Jelang Ramadan, Warga Tangerang dan Tradisi Keramas Bareng di Sungai

- Tradisi keramas bareng merupakan warisan budaya yang dijaga secara turun-temurun
- Kegiatan ini sarat nilai spiritual dan sosial, menyucikan hati dan mempererat silaturahmi menjelang Ramadan
- Keramas bareng dilakukan untuk menyambut Ramadan dengan keadaan bersih lahir dan batin serta menjadi sarana edukasi keagamaan
Tangerang, IDN Times - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tangerang mengatakan, ratusan warga Kelurahan Babakan Kota Tangerang menjalani tradisi keramas bareng di Sungai Cisadane menjelang bulan puasa sebagai warisan budaya yang dijalankan rutin setiap tahun. Kepala Bidang Budaya Disbudpar Kota Tangerang Supendi mengatakan keramas bareng merupakan tradisi yang telah dijalani secara turun-temurun.
Kegiatan ini dimaknai warga sebagai momentum untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah puasa dan juga mempererat silaturahmi antar-warga. "Mereka kumpul bersama. Usai keramas bareng, mereka saling maaf-maafan dan mendoakan agar ibadah Ramadan yang dijalani nanti berjalan lancar," katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (18/2/2026).
1. Tradisi keramas bareng merupakan warisan budaya

Supendi menambahkan keramas bareng merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat, meski telah melewati berbagai generasi. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kegiatan mandi bersama, melainkan sarat nilai spiritual dan sosial.
“Ini adalah tradisi masyarakat Babakan yang sudah dilakukan puluhan tahun di bantaran Sungai Cisadane. Nilainya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat silaturahmi menjelang Ramadan,” ujarnya.
2. Pelaksanaan tradisi itu melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua

Sekretaris Camat Tangerang Ahmad Taufik Hidayat menjelaskan tradisi ini rutin digelar setiap tahun oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Keramas bareng ini dilakukan untuk menyambut Ramadan dengan keadaan bersih lahir dan batin. Ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin rajin beribadah, berpuasa dan memperbanyak kegiatan keagamaan,” katanya.


















