Tangerang, IDN Times - Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendirikan Sekolah Rakyat sebagai solusi alternatif pendidikan bagi masyarakat miskin mendapat sorotan tajam dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menilai program ini selain tidak tepat sasaran, juga berpotensi menimbulkan kekacauan dalam sistem pendidikan nasional.
“Sangat tidak sesuai karena bertolak belakang dengan kebutuhan dan juga melanggar prinsip pendidikan inklusif. Belum apa-apa, sudah berseteru dengan sekolah anak-anak disabilitas di Bandung,” kata Ubaid, Minggu (25/5/2025).
