Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus ISPA di Kota Tangerang Meningkat, Diduga Karena Polusi Udara

Kasus ISPA di Kota Tangerang Meningkat, Diduga Karena Polusi Udara
Ilustrasi ruang isolasi. (ANTARA FOTO/Fauzan)
Share Article

Kota Tangerang, IDN Times - Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat. Hal tersebut diduga dipicu polusi atau pencemaran udara yang melanda beberapa wilayah Indonesia khususnya Jabodetabek.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni mengungkapkan, dengan kondisi udara saat ini, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan khususnya mereka yang berada di luar ruangan dalam jangka waktu lama.

Tapi, bukan aktivitasnya yang dikurangi melainkan masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

1. Kasus ISPA tak semata karena polusi

ilustrasi polusi udara pekat (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)
ilustrasi polusi udara pekat (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

Sebab, kata Dini, kasus ISPA tak semata-mata karena polusi udara. Namun, akibat dari faktor polusi perokok aktif, sistem kekebalan tubuh yang melemah, atau adanya indikasi permasalahn pada jantung dan paru-paru.

ISPA sendiri merupakan infeksi yang menyerang pada pernapasan baik atas maupun bawah. Umumnya, ISPA menyerang pada beberapa organ pernapasan mulai dari faring, hidung, laring, dan sinus.

"Kondisi ini disebabkan oleh terjadinya infeksi virus ataupun bakteri yang tersebar, melalui cairan tubuh penderita ataupun udara kotor," kata Dini, Senin (21/8/2023).

2. Apa saja gejala ISPA? Simak nih

Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro
Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro

Dini menuturkan, setiap orang yang mengidap gejala ISPA beragam tergantung penyebabnya. Bagi orang-orang yang tinggal di kota besar, seperti halnya Jakarta atau Kota Tangerang, sebaiknya waspadai gejala-gejala ISPA.

Berikut beberapa gejala ISPA: batuk, suhu tubuh meningkat, nyeri di bagian kepala, sulit bernafas karena hidung tersumbat.

"Tenggorokan terasa nyeri terutama saat digunakan untuk menelan, munculnya gejala sinusitis, seperti keluar ingus, demam, dan wajah nyeri. Kulit berubah kebiruan karena kekurangan oksigen," jelasnya.

3. ISPA dapat dicegah, ini caranya

ilustrasi cara mencegah ISPA pada anak (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi cara mencegah ISPA pada anak (pexels.com/Kampus Production)

Dini mengatakan, ISPA pun dapat dicegah atau diantisipasi dengan baik, mulai dari memakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Berhenti merokok, lakukan olahraga dengan rutin, dan rutin mencuci hidung untuk membersihkan kotoran yang menumpuk.

"Masyarakat juga diimbau untuk menghindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata agar terhindar dari virus atau bakteri. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau tangan ketika bersin. Hal ini mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain," kata Dini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhammad Iqbal
EditorMuhammad Iqbal

Latest News Banten

See More

Lebak Terima 905 Unit Lampu PJU dari CSR, Prioritaskan Wilayah Miskin

07 Jun 2026, 12:54 WIBNews