Kolesterol Tinggi Hantui Anak Muda Mulai Usia 20 Tahun, Kenali Gejalanya

- Kolesterol tinggi pada usia 20-an sering minim gejala, tetapi dapat ditandai xanthoma di kulit, xanthelasma di kelopak mata, atau cincin pucat di kornea.
- Kadar LDL tinggi dapat dipicu faktor genetik familial hypercholesterolemia serta kebiasaan fast food, lemak jenuh, kurang olahraga, merokok, dan sering begadang.
- Pencegahan dilakukan melalui cek kolesterol rutin, olahraga 30 menit sehari, membatasi gula dan gorengan, serta memperbanyak serat larut dari sayur, buah, gandum utuh, dan kacang.
Tangerang, IDN Times – Kolesterol tinggi tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Namun, salah satu tanda fisik yang dapat muncul adalah xanthoma, yakni benjolan kecil atau plak berwarna kekuningan pada kulit.
Xanthoma dapat muncul di beberapa bagian tubuh, seperti siku, lutut, tangan, atau tumit. Kondisi tersebut berkaitan dengan endapan kolesterol yang menumpuk di bawah jaringan kulit.
Fenomena medis ini dikuatkan dalam jurnal ilmiah Medula bertajuk Tinjauan Kejadian Xanthelasma Palpebrarum Terhadap Aterosklerosis oleh dr. Riska Amelia, dkk yang dikeluarkan pada 2023.
"Kemunculan xanthelasma palpebrarum berhubungan signifikan dengan peningkatan kadar kolesterol total dan lonjakan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dalam darah, yang menjadi indikator awal risiko aterosklerosis," tulis Riska dalam jurnal tersebut.
Selain itu, terdapat pula arcus senilis yang ditandai dengan munculnya cincin atau lingkaran berwarna putih, abu-abu, atau biru muda di sekeliling kornea mata. Meskipun sering dikaitkan dengan penuaan, literatur medis global dalam database NCBI berjudul "Xanthelasma and Corneal Arcus in Young Adults" oleh Dr. Michael R. et al. menegaskan bahwa kemunculan endapan lemak seperti xanthelasma dan corneal arcus pada individu di bawah usia 45 tahun, sering menjadi penanda klinis penting adanya familial hypercholesterolemia atau kelainan metabolik genetik.
Tanda fisik lainnya adalah xanthoma pada kulit, yakni benjolan kecil atau plak kekuningan yang bisa muncul di beberapa bagian tubuh seperti siku, lutut, tangan, atau tumit sebagai endapan kolesterol yang menumpuk di bawah jaringan kulit.
1. Ini pola hidup dan makanan pemicu kolesterol

ilustrasi pemeriksaan kolesterol (pexels.com/Marta) Sayangnya, banyak anak muda yang sering mengabaikan gejalanya karena merasa tubuhnya masih bugar. Padahal, tubuh sering kali memberikan sinyal peringatan dini lewat beberapa tanda fisik, terutama di area mata dan kulit.
Tingginya kadar kolesterol jahat atau LDL pada usia 20-an umumnya bersumber dari dua hal utama, yaitu faktor keturunan atau genetik dan gaya hidup serta pola makan buruk. Faktor genetik seperti kondisi familial hypercholesterolemia membuat seseorang mewarisi bakat kolesterol tinggi dari orang tua, terlepas seberapa sehat pola makan mereka.
Di sisi lain, kebiasaan sering mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food, makanan tinggi lemak jenuh, jarang berolahraga, merokok, hingga kebiasaan sering begadang menjadi pemicu utama penumpukan lemak jahat dalam darah bagi anak muda.
Kurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan gorengan. Sebaliknya, perbanyak makanan yang mengandung serat larut, seperti sayuran, buah-buahan segar, gandum utuh, dan kacang-kacangan. Asupan serat larut juga dapat membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat.
2. Kolesterol merupakan silent killer, sempatkan waktu untuk cek tandanya

ilustrasi kolesterol tinggi (pixabay.com/Mohamed_hassan) Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai silent killer karena jarang menunjukkan gejala yang mencolok di awal. Namun, kamu bisa mendeteksinya lebih awal jika peka terhadap perubahan fisik tertentu pada tubuh.
Salah satu tanda yang kerap muncul adalah xanthelasma, yaitu bercak kekuningan yang datar atau sedikit menonjol di kelopak mata bagian atas atau bawah akibat timbunan kolesterol di bawah kulit.
3. Rutin cek kadar kolesterol dan rajin olahraga

ilustrasi melakukan cek kolesterol (pexels.com/Artem Podrez) Menjaga pola hidup sehat juga perlu disertai pemeriksaan kesehatan secara berkala. Lakukan medical check-up atau cek darah secara rutin untuk memantau kadar kolesterol dalam tubuh.
Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
Sempatkan berolahraga setidaknya 30 menit sehari. Beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan antara lain jogging, bersepeda, atau senam ringan. Selain itu, batasi konsumsi gula dan minuman manis kemasan.
Yuk, mulai sayangi tubuh dari sekarang. Jangan sampai gaya hidup kurang sehat membuat kesehatan terabaikan dan meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung atau stroke di usia muda.






















