Tangerang, IDN Times – Kolesterol tinggi tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Namun, salah satu tanda fisik yang dapat muncul adalah xanthoma, yakni benjolan kecil atau plak berwarna kekuningan pada kulit.
Xanthoma dapat muncul di beberapa bagian tubuh, seperti siku, lutut, tangan, atau tumit. Kondisi tersebut berkaitan dengan endapan kolesterol yang menumpuk di bawah jaringan kulit.
Fenomena medis ini dikuatkan dalam jurnal ilmiah Medula bertajuk Tinjauan Kejadian Xanthelasma Palpebrarum Terhadap Aterosklerosis oleh dr. Riska Amelia, dkk yang dikeluarkan pada 2023.
"Kemunculan xanthelasma palpebrarum berhubungan signifikan dengan peningkatan kadar kolesterol total dan lonjakan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dalam darah, yang menjadi indikator awal risiko aterosklerosis," tulis Riska dalam jurnal tersebut.
Selain itu, terdapat pula arcus senilis yang ditandai dengan munculnya cincin atau lingkaran berwarna putih, abu-abu, atau biru muda di sekeliling kornea mata. Meskipun sering dikaitkan dengan penuaan, literatur medis global dalam database NCBI berjudul "Xanthelasma and Corneal Arcus in Young Adults" oleh Dr. Michael R. et al. menegaskan bahwa kemunculan endapan lemak seperti xanthelasma dan corneal arcus pada individu di bawah usia 45 tahun, sering menjadi penanda klinis penting adanya familial hypercholesterolemia atau kelainan metabolik genetik.
Tanda fisik lainnya adalah xanthoma pada kulit, yakni benjolan kecil atau plak kekuningan yang bisa muncul di beberapa bagian tubuh seperti siku, lutut, tangan, atau tumit sebagai endapan kolesterol yang menumpuk di bawah jaringan kulit.
