Kota Serang Akan Tampung 300 Ton Sampah per Hari dari Tangsel

Serang, IDN Times - Pemerintah Kota Serang sedang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk penampungan dan pengolahan sampah. Nantinya, Kota Serang akan menampung sementara sampah dari daerah yang berbatasan dari DKI Jakarta tersebut.
"Baru permohonan dari Tangsel karena TPA nya jebol, belum ada tindak lanjut lagi di pelajari," kata Wali Kota Serang Syafrudin, Kamis (7/1/2021).
1. Per hari, sebanyak 300 ton sampah dari Tangsel akan ditampung Kota Serang

Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Muhamad Iqbal) Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang itu menuturkan, dalam kerja sama pengolahan sampah itu, wilayahnya akan menerima sebanyak 300 ton sampah dari Tangsel setiap harinya dengan imbalan sebesar Rp48 miliar selama setahun.
Selain itu, Ibu Kota Provinsi Banten itu pun akan mendapat fasilitas penunjang lain yang sedang dibahas dalam jalinan kerja sama tersebut.
"Mulai dari perbaikan infrastruktur, alat berat, lalu ada retribusi. Alat nanti dikirim dan infrastruktur diperbaiki. Jadi menguntungkan. Jadi tinggal kesepakatan aja,"katanya.
2. Penampungan sampah Tangsel bersifat sementara

IDN Times/Muhamad Iqbal Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Ipiyanto mengatakan, dalam jalinan kerja sama tersebut jangan dilihat dari keuntungan yang akan didapat oleh Pemkot Serang, namum yang harus dilihat adalah Kota Serang membantu Tangsel yang sedang terkena musibah di mana TPSA miliknya sedang longsor.
"Ini sifat sementara, kalau kewajiban pasti ada tapi kan orientasi kita tidak ke profit. Gak enak orang minta tolong kita manfaatin," katanya.
3. TPSA Cilowong tampung sampah dari tiga daerah

Ilustasi tempat pembuangan akhir. (IDN Times/Reynaldy Wiranata) Jika kerjas ama itu sudah disepakati, maka TPSA Cilowong milik Pemkot Serang akan menampung sampah dari tiga daerah yakni Kota Serang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Serang yang secara rutin sejak dulu membuang sampah ke TPSA tersebut.
"Kalau Kabupaten Serang itu rutin memang bukan karena ada bencana, memang dia gak punya (TPA) kan itu yang membedakan," katanya.




















