Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kredit Macet di Bank Banten Masih Sisa Rp247 Miliar

Kredit Macet di Bank Banten Masih Sisa Rp247 Miliar
IDN Times/Khaerul Anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten, Muhammad Busthami mengatakan, sisa kredit macet di Bank Banten saat ini masih Rp247 miliar.

Untuk menyelesaikan masalah kredit macet tersebut, lanjut Busthami, Bank Banten kembali menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dalam bantuan hukum dan pendampingan hukum.

"Kita kerja sama dalam konteks penagihan kredit bermasalah," kata Busthami di Kejati Banten, Selasa (17/10/2023).

1. Kredit macet yang berhasil ditagih Kejati Banten baru Rp98 miliar

Ilustrasi Perampok Bank (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Perampok Bank (IDN Times/Mardya Shakti)

Busthami menyampaikan, total kredit macet di bank milik Pemerintah Provinsi Banten itu mencapai Rp345 miliar. Sebanyak 101 debitur atau senilai Rp241 miliar sudah diberikan surat kuasa khusus (SKK) ke Kejati Banten untuk penagihan.

Dalam dua tahun terakhir, baru Rp98 milar sudah berhasil ditagih sehingga total sisa kredit macet eks Bank Pundi itu tinggal Rp247 miliar. "Ini meneruskan saja," katanya.

2. Kredit macet warisan sejak masih berstatus Bank Pundi dan Bank Eksekutif

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Menurut Busthami, beban warisan kredit macet yang mencapai ratusan miliar rupiah itu sudah muncul sejak bank itu masih bernama Bank Pundi dan Bank Eksekutif.

"Secara persentasi (kredit macet) terbesar di kredit komersial banyak yang macet. Selebihnya adalah kredit konsumer yang ada di cabang Bank Banten di luar Banten," katanya.

3. Kejati Banten kembali mendapat kuasa melakukan penagihan

Dok. Istimewa/IDN Times
Dok. Istimewa/IDN Times

Di tempat yang sama, Kepala Kejati Banten Didik Farkhan mengatakan, saat ini pihaknya kembali mendapat kuasa dari Bank Banten untuk menyelesaikan sisa kredit macet di Bank Banten.

"Dua tahun sudah habis, ini perpanjangan atau PKS (perjanjian kerja sama) baru sebagai dasar misalnya ada SKK tindaklanjutnya dari Bank Banten," katanya.

Didik mengungkap, selama menagih, pihaknya menemukan beberapa kendala. Salah satunya, debitur yang tidak koperatif untuk melunasi kewajibannya. "Kadang ada yang alamatnya sudah pindah orangnya dicari susah, tapi kita akan tetap kejar kemana pun," katanya.

Kejati menargetkan masalah kredit macet ini bisa rampung hingga akhir tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More

Perawat Wanita di Klinik Gigi Tangerang Ditusuk Pasiennya Sendiri

31 Mei 2026, 18:43 WIBNews