Layanan PBG 10 Jam Kota Tangerang Ditiru Pemda Lain di Indonesia

- Pemkot Tangerang memotong waktu layanan PBG dari 45 hari menjadi hanya 10 jam, bahkan 60 menit.
- Kota Tangerang menjadi rujukan bagi daerah lain dalam upaya percepatan pelayanan publik.
- Nurdin berharap kunjungan ini dapat memacu daerah lain untuk terus mengembangkan inovasi layanan publik, bahkan lebih cepat dari yang telah dilakukan Kota Tangerang.
Tangerang Selatan, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menjadi rujukan bagi daerah lain dalam upaya percepatan pelayanan publik. Seperti hari ini, (17/1/2025), Pemkot Tangerang menerima kunjungan dari dua wilayah, yaitu Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, dan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Pemerintah daerah (Pemda) itu datang untuk mempelajari program percepatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kota Tangerang berhasil memangkas waktu layanan yang sebelumnya membutuhkan 45 hari menjadi hanya 10 jam, bahkan hingga 60 menit.
1. Pj Wali Kota Tangerang mengaku bangga atas capaian ini

Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin mengatakan, program ini menjadi wujud nyata komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan berbagai daerah yang memilih Kota Tangerang sebagai model inovasi pelayanan publik.
Nurdin menyebut, rekan-rekan dari pemerintah daerah menindaklanjuti arahan Bapak Mendagri dan Bapak Menteri PUPR untuk mempercepat pelayanan PBG, yang kini bisa kami selesaikan maksimal 10 jam.
"Minggu lalu, teman-teman dari Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang, juga belajar ke sini. Hari ini, kami menerima Pj Wali Kota Payakumbuh dan teman-teman dari Kabupaten Asahan. Kami siap berbagi ilmu, prototipe, dan sumber daya yang dimiliki untuk diadopsi sesuai kebutuhan masing-masing daerah," kata Nurdin, Jumat (17/1/2024).
2. Nurdin berharap pemda lain bisa lebih cepat dari capaian Kota Tangerang

Nurdin berharap, dengan kunjungan ini dapat memacu daerah lain untuk terus mengembangkan inovasi layanan publik, bahkan lebih cepat dari yang telah dilakukan Kota Tangerang.
"Kalau bisa, daerah lain bisa lebih cepat, misalnya 30 menit. Dan saya berharap, teman-teman di masing-masing daerah bisa terus mengembangkan inovasinya, sehingga pelayanan terbaik bisa kita berikan kepada masyarakat," kata dia.
Dan apa yang sudah dilakukan pihaknya di Kota Tangerang, juga untuk bisa diadopsi daerah lain. "Begitupun sebaliknya kalau nanti ada hal yang menarik dan bagus di tempat teman-teman, kami juga siap untuk mengadopsinya. Kita semua saling berbagi dan membantu demi pelayanan yang lebih terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.
3. Wali Kota Payakumbuh dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Asahan ungkap terima kasih

Sementara itu, Pj Wali Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Suprayitno menyampaikan, apresiasinya atas sambutan dan bimbingan yang diberikan oleh Pemkot Tangerang.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa hadir langsung ke Kota Tangerang. Proses percepatan PBG ini sangat pantas ditiru oleh seluruh Pemda di Indonesia. Kami menjadi bersemangat untuk menerapkan hal serupa agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Payakumbuh," ujarnya.
Hal senada disampaikan, Plt Kepala DPMPTSP Kabupaten Asahan, Rita Ulina Br. Sitepu, yang turut mengungkapkan terima kasihnya.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Pj Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, atas sambutan dan bimbingannya. Kota Tangerang memang layak menjadi contoh, dan kami sangat mengapresiasi program percepatan PBG yang luar biasa ini," kata dia.




















