Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lebak Terima 905 Unit Lampu PJU dari CSR, Prioritaskan Wilayah Miskin
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU).(IDN Times/Daruwaskita)
  • Pemkab Lebak menerima 905 unit lampu PJU dari program CSR PT Signify Commercial Indonesia untuk mendukung penghapusan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan keamanan malam hari.
  • Kecamatan Wanasalam dan Banjarsari ditetapkan sebagai wilayah prioritas penerima karena memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi berdasarkan data Program P3KE.
  • Dari total bantuan, 410 unit tambahan akan disalurkan ke wilayah lain dengan mempertimbangkan akses jalan utama, termasuk jalur menuju kawasan Baduy dan area wisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times – Pemerintah Kabupaten Lebak menerima bantuan sebanyak 905 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Signify Commercial Indonesia. Ratusan lampu jalan tersebut akan diprioritaskan untuk mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat pada malam hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengatakan bantuan tersebut berawal dari usulan yang diajukan Pemkab Lebak berdasarkan arahan dan informasi dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

1. Wanasalam dan Banjarsari jadi wilayah prioritas

Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU).(IDN Times/Daruwaskita)

Widy menjelaskan, pemerintah daerah melakukan penyaringan data berdasarkan Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Hasilnya, Kecamatan Wanasalam dan Banjarsari menjadi wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi.

“Kami filter data pada pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE), dan hasilnya daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi adalah Kecamatan Wanasalam dan Banjarsari,” kata Widy, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan perhitungan awal, Pemkab Lebak mengusulkan masing-masing desa di dua kecamatan tersebut mendapatkan 15 unit PJU. Total kebutuhan yang diajukan mencapai 495 unit.

2. Jumlah bantuan melebihi usulan pemerintah daerah

Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU).(IDN Times/Daruwaskita)

Namun, jumlah bantuan yang diterima ternyata jauh lebih banyak dari usulan awal. Pemkab Lebak akan menerima total 905 unit lampu penerangan jalan.

“Dari usulan 495 unit, yang akan kita terima totalnya 905 unit. Sisanya sebanyak 410 unit akan kami rumuskan dulu ke mana saja distribusinya,” ujar Widy.

Menurutnya, pemerintah daerah akan menyusun skema penyaluran tambahan 410 unit PJU tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.

3. Akses menuju Baduy jadi salah satu pertimbangan

Potret suku Baduy (pexels.com/NATASHA LOIS)

Setelah kebutuhan di wilayah prioritas kemiskinan ekstrem terpenuhi, Pemkab Lebak akan menggunakan sejumlah indikator lain untuk menentukan lokasi pemasangan lampu jalan.

Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah akses jalan utama menuju kawasan wisata dan permukiman masyarakat, termasuk jalur menuju wilayah Baduy.

“Misalnya saja akses jalan utama seperti ke Baduy dan faktor-faktor lainnya akan jadi pertimbangan. Karena selain untuk penanganan wilayah miskin ekstrem, juga untuk melancarkan dan menciptakan keamanan masyarakat pada saat malam hari,” katanya.

Pemkab Lebak berharap keberadaan ratusan PJU baru tersebut dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di daerah.

Editorial Team

Related Article