Jemaah Haji Asal Lebak Meninggal Dunia di RS An-Nur Makkah

- Seorang jemaah haji asal Lebak bernama Atsuki (65) meninggal dunia di RS An-Nur Makkah setelah menyelesaikan ibadah haji, dengan diagnosa henti jantung pada 1 Juni 2026.
- Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak tengah mengurus dokumen administrasi agar hak asuransi almarhum dapat dicairkan dan diserahkan kepada keluarga di Indonesia.
- Mayoritas jemaah haji asal Lebak tahun ini merupakan lansia; meski sebagian mengalami kelelahan pasca puncak ibadah, kondisi keseluruhan rombongan dilaporkan aman tanpa kasus serius lainnya.
Lebak, IDN Times – Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Lebak, Banten. Seorang jemaah bernama Atsuki (65), warga Kampung Sukatani, Desa Situmulya, Kecamatan Cibeber, meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussadiah mengatakan, almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam KBIHU Ma’rifat dan masuk dalam Kloter JKB 18. Atsuki meninggal dunia di Rumah Sakit An-Nur, Makkah, pada Senin (1/6/2026) waktu setempat.
Menurut Halimatussadiah, sebelum meninggal dunia, Atsuki sempat beraktivitas seperti biasa. Setelah makan, almarhum mengambil wudu untuk menunaikan salat Asar. Namun, saat berada di kamar mandi, ia terjatuh dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Qadarullah beliau jatuh hingga harus dibawa ke rumah sakit,” ujar Halimatussadiah, Rabu (3/6/2026).
1. Kementerian haji sedang mengurus asuransi almarhum

Meski sempat mendapatkan perawatan selama beberapa jam, kondisi Atsuki tidak tertolong. Tim medis menyatakan almarhum meninggal dunia pada pukul 18.35 waktu Arab Saudi dengan diagnosis henti jantung.
Halimatussadiah menjelaskan, proses pemakaman telah dilakukan di Arab Saudi. Saat ini pihaknya tengah mengurus dokumen administrasi yang diperlukan agar hak asuransi almarhum dapat dicairkan dan diberikan kepada keluarga setelah rombongan jemaah kembali ke Indonesia.
“Almarhum sudah dimakamkan dan saat ini kami sedang mengurus dokumen supaya mendapatkan asuransi, sehingga ketika jemaah sudah kembali ke tanah air, asuransi almarhum bisa kami bantu cairkan,” katanya.
2. Mayoritas jamaah haji asal Lebak adalah lansia

Ia menambahkan, mayoritas jemaah haji asal Kabupaten Lebak tahun ini merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Setelah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sebagian jemaah mengalami kelelahan akibat padatnya aktivitas dan kondisi cuaca.
Meski demikian, hingga saat ini kondisi jemaah asal Lebak lainnya dilaporkan relatif aman. Halimatussadiah mengaku belum menerima laporan adanya jemaah lain yang mengalami kondisi serius.
“Saat ini di JKB 22 saya belum dapat laporan, artinya insya Allah kondisinya aman. Tapi ada satu jemaah JKB 18 yang dua hari sekali KBIHU-nya harus membeli tabung oksigen karena kemungkinan kecapean sehingga membutuhkan alat bantu,” ujarnya.



















