Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

MRT di Tangerang Bakal Melintasi Summarecon Serpong Hingga Bitung

 Ilustrasi MRT
Ilustrasi MRT Jakarta. (Duniaku/Fahrul Razi)
Intinya sih...
  • MRT diyakini bakal dorong penggunaan transportasi massal di kawasan bisnis
  • MRT juga dinilai bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Serpong hingga Bitung
  • Wali Kota Tangerang juga sebut MRT bisa jadi win-win solution atasi kemacetan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Pembangunan jalur MRT Koridor Timur-Barat yang ada di wilayah Provinsi Banten dengan jalur Kembangan-Balaraja bakal melintasi sejumlah kawasan strategis di Tangerang. Salah satunya yakni di kawasan Summarecon Serpong, Gading Serpong dan Summarecon Tangerang, Bitung.

Rencana pembangunan tersebut telah disepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan dengan PT MRT Jakarta (Perseroda). Kerja sama Summarecon dengan PT MRT Jakarta ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, bersama dengan Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, dan Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan, di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

"Konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan," kata President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, Kamis (5/2/2026).

1. MRT diyakini bakal dorong penggunaan transportasi massal di kawasan bisnis

Penandatanganan MoU pembangunan MRT
Penandatanganan MoU pembangunan MRT Koridor Timur-Barat (dok. Summarecon)

Adrianto menuturkan, Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas interkoneksi dan integrasi dengan kawasan melalui diskusi, koordinasi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta. Hal ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi," katanya.

Bagi Summarecon, penjajakan ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota-kota terpadu yang tumbuh secara berkelanjutan. Dalam perjalanan lebih dari 5 dekade, Summarecon secara konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh, mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, dan infrastruktur pendukung.

"Summarecon meyakini bahwa pembangunan kawasan bukan sekadar pengembangan properti, melainkan proses membentuk ruang hidup yang mampu berkembang lintas generasi, melalui perencanaan yang matang, integrasi fungsi kawasan, serta konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat," ungkapnya.

2. MRT juga dinilai bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Serpong hingga Bitung

 Ilustrasi MRT
Ilustrasi MRT Jakarta. (Duniaku/Fahrul Razi)

Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan—Balaraja, mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko. Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.

"Integrasi jaringan transportasi dengan kawasan ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan mobilitas yang efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang," ungkapnya.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, menyampaikan Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dan hidup, dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang. Sebagai kawasan yang dilengkapi dengan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi aktivitas ekonomi kreatif.

"Keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tuturnya.

Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan menambahkan, Summarecon Tangerang sebagai kawasan terbaru yang dikembangkan oleh Summarecon direncanakan dengan visi jangka panjang. Integrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat menjadi fondasi penting agar Summarecon Tangerang sejak awal berkembang sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal.

"Sehingga akan terus berkembang, baik fungsi residensial maupun komersial, dan yang terpenting terus berkelanjutan (sustainable) sekarang dan di masa depan," jelasnya.

3. Wali Kota Tangerang juga sebut MRT bisa jadi win-win solution atasi kemacetan

 Ilustrasi MRT
Ilustrasi MRT Jakarta. (Duniaku/Fahrul Razi)

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyambut baik rencana pembangunan MRT tersebut. Diharapkan kerja sama yang bakal terjalin bisa mengurangi kemacetan, serta menjadi model kolaborasi win-win solution dalam penanganan banjir dan pengelolaan sumber daya air antar-daerah.

“Tentunya ini menjadi langkah besar bagi pemerintah daerah khususnya Kota Tangerang dan Banten, dan kami optimis kerja sama ini bisa memberikan dampak besar yang akan membawa kemajuan daerah yang lebih baik bagi Kota Tangerang, Banten serta Jakarta,” ungkap Sachrudin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More

Pajak Tambang MBLB Banten Rawan Bocor, KPK Minta Pemda Benahi Tata Kelola

05 Feb 2026, 18:31 WIBNews