Comscore Tracker

Profil Kota Tangerang Selatan yang Bakal Pilih Pemimpin Periode Ketiga

26 November adalah hari lahir kota Tangsel

Tangerang Selatan, IDN Times - Biasa disebut Tangsel, Tangerang Selatan merupakan salah satu kota di Banten yang lahir tahun 2008. Kota ini bakal ikut menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. 

Ya, daerah yang memiliki 952.846 Daftar Pemilih Tetap (DPT) berdasar data Pileg dan Pilpres 2019 ini akan kembali menentukan pemimpin pada periode ketiga pasca kota ini terbentuk.

Tangsel diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto pada 29 Oktober 2008. Kemudian secara sah kota ini ditetapkan sebagai kota baru melalui Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008, yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 26 November 2008.

Berikut profil singkat kota Tangsel, berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times.

Baca Juga: Medsos Bikin Angka Perceraian di Tangsel Naik

1. Sejarah pemekaran dan pembentukan kota Tangsel

Profil Kota Tangerang Selatan yang Bakal Pilih Pemimpin Periode KetigaIDN Times/Muhamad Iqbal

Tangsel merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangsel untuk sejahtera.

Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera yang merupakan akronim dari Ciputat Cisauk, Pamulang, dan Serpong. Ini adalah kecamatan di Kabupaten Tangerang yang akan diperjuangkan sebagai wilayah otonom.

Namun, pada tanggal 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang malah menyetujui terbentuknya Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu.

Pada 22 Januari 2007, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang yang dipimpin oleh Ketua DPRD kala itu, Endang Sujana, menetapkan Kecamatan Ciputat sebagai pusat pemerintahan Tangerang Selatan secara aklamasi. Hasil seluruh rapat di wakil rakyat daerah tingkat dua itu kemudian dibawa ke tingkat satu.

Komisi I DPRD Provinsi Banten membahas berkas usulan pembentukan Tangerang Selatan mulai 23 Maret 2007. Pembahasan dilakukan setelah berkas usulan dan persyaratan pembentukan kota diserahkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ke Dewan pada 22 Maret 2007.

Pada 2007, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan dana Rp20 miliar untuk proses awal berdirinya Tangerang Selatan. Dana itu dianggarkan, antara lain, untuk biaya operasional kota baru selama satu tahun pertama dan merupakan modal awal dari daerah induk untuk wilayah hasil pemekaran. Selanjutnya, Pemerintah Kabupetan Tangerang akan menyediakan dana bergulir sampai kota hasil pemekaran mandiri.

2. Tanggal yang dipilih sebagai hari jadi Tangsel

Profil Kota Tangerang Selatan yang Bakal Pilih Pemimpin Periode KetigaIDN Times/Kevin Handoko

Dari rangkaian itulah kemudian isu pemekaran ini dibawa ke pemerintah pusat dan DPR. Dua tahun setelahnya, Menteri Dalam Negeri saat itu, Mardiyanto meresmikan wilayah pemekaran ini pada 29 Oktober 2008.

Satu bulan setelahnya Undang-undang (UU) 51 Tahun 2008 disahkan oleh DPR pada 26 November 2008 setelah melalui proses yang cukup lama.

Nah, tanggal lahirnya UU ini pun dipilih sebagai tanggal lahir resmi atau hari jadi Kota Tangsel melalui rapat musyawarah anatara pemerintah kota, DPRD dan semua unsur masyarakat pada 2010. Hasil rapat tersebut kemudian dibawa DPRD Tangsel untuk digodok kembali menjadi peraturan daerah (perda).

3. Airin, wali kota pertama dan kontroversi dinasti Atut

Profil Kota Tangerang Selatan yang Bakal Pilih Pemimpin Periode KetigaIDN Times/Muhamad Iqbal

Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie merupakan wali kota dan wakil wali kota pertama Tangsel yang dipilih langsung melalui proses pemilihan langsung. Mereka memimpin Tangsel pada periode 2011-2016 dan 2016-2021.

Airin merupakan sosok kontroversial, khususnya terkait sang suaminya, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Sang suami adalah terpidana suap Hakim MK dan terdakwa kasus mega korupsi di Banten dan keluarga suaminya yang dikenal sebagai dinasti Politik Ratu Atut Choisiyah.

4. Sekitar 70 persen wilayah Tangsel dikuasai dan dikelola pengembang

Profil Kota Tangerang Selatan yang Bakal Pilih Pemimpin Periode Ketiga(Ilustrasi BSD) Dok. Istimewa

Luas wilayah Tangsel sendiri sekitar 147,19 kilometer persegi (km2) dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta pada 2017. Saat ini, Tangsel sendiri menjadi salah satu kota urban.

Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan Tionghoa. Ketiga suku tersebut masih eksis hingga kini dengan penyebaran, Sunda di wilayah selatan dan barat, Betawi di utara dan timur sedangkan Tionghoa banyak terdapat di barat dan selatan yang tak jauh dari Sungai Cisadane. Namun etnis Tionghoa sendiri meski eksis sejak lama, mereka sendiri masih tergolong etnis minoritas. 

Saat masa penjajahan hingga akhir dekade 1980, wilayah ini merupakan daerah perkebunan, terutama pada wilayah Serpong yang khusus ditanami karet.

Kini Tangsel sudah berubah pesat menjadi kota modern dengan rumah-rumah mewah dan pusat-pusat perniagaan di beberapa titik. Dalam beberapa kesempatan, Pemkot Tangsel sendiri mengakui bahwa 70 persen wilayah Tangsel dikuasai dan dikelola oleh pengembang. Dua pengembang terbesar adalah Bintaro Jaya dan Sinarmas BSD.

Baca Juga: Korupsi Dana Jasa Keamanan, Eks Direktur RSU Tangsel Divonis 2,5 Tahun

5. Tangsel berbatasan langsung dengan 5 kota dan kabupaten

Profil Kota Tangerang Selatan yang Bakal Pilih Pemimpin Periode KetigaHumas BKPP Tangsel

Wilayah Tangsel berbatasan langsung dengan lima kota/kabupaten dan dua provinsi. Wilayah di utara, yaitu kecamatan Pondok Aren dan Serpong Utara berbatasan langsung dengan Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan kota administratif Jakarta Selatan, Dki Jakarta.

Di timur, yaitu kecamatan Pamulang dan Ciputat Timur berbatasan langsung dengan Kota Depok, Jawa Barat. Di selatan, yaitu kecamatan Setu berbatasan langsung dengan wilayah Bogor, Jawa Barat.

Topic:

  • Muhammad Iqbal
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya