PDIP Bisa Buat Poros Baru Calonkan Jagoan Sendiri di Pilgub Banten

Serang, IDN Times - Pengamat politik dan kebijakan publik, Ahmad Sururi menilai, peta politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten bisa berubah drastis usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas ambang batas dukungan calon. PDIP pun, menurut dia, bisa membuat poros baru dengan mengusung jagoannya sendiri di Pemilihan Gubernur (PIlkada) Banten 2024.
Peluang itu terbuka setelah mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah tidak lagi sebesar 25 persen perolehan suara partai politik/gabungan partai politik hasil Pileg DPRD sebelumnya, atau 20 persen kursi DPRD.
1. Partai politik di Banten hanya butuh 7,5 persen suara

Sebab, lanjutnya, dalam salah satu amar putusan MK itu disebutkan jika provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 6 juta jiwa sampai 12 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memeroleh suara sah paling sedikit 7,5 persen di provinsi tersebut.
“DKI dan Banten sama-sama butuh 7,5 persen, karena jumlah penduduknya 6-12 juta jiwa. Maka kans PDIP untuk ngajuin calon sendiri, yang laen tergantung nyali," kata Sururi, Rabu (21/8/2024).
2. PDIP telah memenuhi syarat dan bisa mengusung sendiri calonnya di Pilgub Banten

Diketahui, PDIP pada Pileg DPRD Banten 2024 memperoleh 810.719 suara, lalu disusul oleh PKS 735.075 suara dan Demokrat 587.620 suara. Sedangkan Golkar berhasil meraih 922.670 suara dan Gerindra dengan perolehan 886.453 suara.
Perolehan suara itu membuat PDIP berhasil mengamankan 14 kursi dari total jumlah 100 kursi DPRD Banten. Hal ini sudah cukup PDIP bisa mengusung jagoan tanpa berkoalisi dengan Golkar.
“Perolehan suara ini sudah cukup mengantarkan tiket bagi PDIP untuk mengusung jagoannya di Pilkada Banten ini,” katanya.
3. Sebelumnya, koalisi PDIP dan Golkar yang usung Airin-Ade berjalan semu

Sebelumnya, PDIP sendiri disebut-sebut akan berkoalisi dengan partai Golkar pada Pilkada Banten ini. Mereka akan mengusung Airin Rachmi Diany dengan Ade Sumardi selaku Ketua DPD PDIP Banten.
Namun, koalisi keduanya berjalan semu, terutama pada saat Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengundurkan diri. Keduanya tidak kunjung mendeklarasikan koalisi, bahkan dirumorkan jika Golkar malah akan melabuhkan dukungannya kepada pasangan Andra-Dimyati yang diusung oleh Koalisi Banten Maju (KBM).



















