Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelukan Hanan Sambut Kepulangan Ayah Usai Diculik Tentara Israel
Hanan Wira Al Ghazi sambut kedatangan sang ayah usai diculik tentara Israel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Hanan Wira Al Ghazi menyambut haru kepulangan ayahnya, Ronggo Wirasanu, di Bandara Soekarno-Hatta setelah menjadi korban penculikan dan penyiksaan tentara Israel saat ikut konvoi Global Sumud Flotilla.
  • Selama penculikan sejak 18 Mei 2026, Hanan terus khawatir dan menunggu kabar ayahnya yang tak bisa dihubungi hingga akhirnya mereka bertemu kembali dengan pelukan penuh air mata bahagia.
  • Ronggo mengaku baru bisa menghubungi Hanan saat tiba di Istanbul setelah teleponnya dirampas, bersyukur dapat pulang selamat ke Indonesia dan bangga turut menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Tangis haru Hanan Wira Al Ghazi sambut kepulangan sang ayah, Ronggo Wirasanu di Tanah Air usai menjadi korban penculikan dan penyiksaan oleh tentara Israel saat mengikuti konvoi Global Sumud Flotilla sejak 18 Mei 2026 lalu. Wajah sumringah Hanan telah terpampang jelas sejak pukul 16.00 WIB diantara para keluarga dan media yang menunggu kedatangan 9 WNI tersebut di Bandara Soekarno-Hatta.

Saking senangnya, Hanan membawa spanduk berisi tulisan 'Selamat Datang Ayah Ronggo Pahlawanku'. Ia pastikan menulis sendiri poster tersebut dengan tangan mungilnya.

"Senang banget karena ayah pulang," kata Hanan saat diwawancarai IDN Times di Bandara Soekarno-Hatta.

1. Hanan empat khawatir keadaan sang ayah

Hanan Wira Al Ghazi sambut kedatangan sang ayah usai diculik tentara Israel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Usai sang ayah keluar dari pintu kedatangan, Hanan menunggu dengan sabar konferensi pers selesai dilakukan hingga ia langsung memeluk sang ayah dengan erat. Terlihat pelukan tersebut disertai air mata bahagia.

Hanan mengungkapkan, sejak mendapat kabar sang ayah diculik tentara Israel pada 18 Mei 2026 lalu, ia begitu khawatir dan menanyakan kabar sang ayah setiap hari ke keluarga yang lain. Hari demi hari ia menunggu kabar dari sang ayah yang tak bisa dihubungi.

"Khawatir banget, sempat sedih, tapi aku yakin ayah selamat," kata Hanan.

2. Ronggo baru bisa menghubungi Hanan setibanya di Istanbul

Hanan Wira Al Ghazi sambut kedatangan sang ayah usai diculik tentara Israel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Ronggo mengungkapkan, dirinya baru bisa menghubungi Hanan setibanya di Istanbul. Selama diculik tentara Israel, ia tak bisa menghubungi siapapun lantaran telepon genggamnya dirampas.

"Ketika di Istanbul, baru bisa, itupun cuma sekali karena saya engga pegang handphone," ungkap Ronggo.

3. Ronggo senang bisa kembali bertemu dengan Hanan

Hanan Wira Al Ghazi sambut kedatangan sang ayah usai diculik tentara Israel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Hari-hari gelapnya di tengah penyiksaan Israel bukan hanya membuat derita secara fisik tapi juga mental. Ia yang harus dipaksa berjalan dengan merangkak, dan tidur di lantai basah dengan baju basah juga memikirkan kerinduannya pada sang anak.

Namun, ia bersyukur pada akhirnya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat dan berbangga bisa ikut menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina.

"Hanan juga pasti bangga," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team