Pemkab Serang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

- Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Serang hingga 18 Januari 2026, dengan genangan air tinggi terpantau di beberapa titik.
- Ada 269 kepala keluarga atau 953 jiwa yang bertahan di pengungsian, dengan kebutuhan mendesak seperti alat penyedot air, perahu evakuasi, makanan siap saji, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.
- Pemerintah Kabupaten Serang mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem diprediksi masih berlangsung hingga 22 Januari 2026.
Serang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang masih merendam sejumlah wilayah itu hingga Minggu malam, 18 Januari 2026. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 2 Januari 2026 ini telah berdampak pada 72 desa di 25 kecamatan.
"Status saat ini tanggap darurat. Sebagian besar wilayah sudah kondusif, namun banjir masih menggenang di beberapa titik dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 80 centimeter (cm)," kata Ajat, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (19/1/2026).
1. Sebanyak 269 kepala keluarga (KK) atau 953 jiwa yang bertahan di pengungsian

Berdasarkan data BPBD pukul 19.15 WIB, genangan air cukup tinggi masih terpantau di Kecamatan Binuang, tepatnya di Desa Cakung dengan ketinggian muka air (TMA) 30-80 cm dan Desa Renged 20-60 cm. Selain itu, banjir juga masih menggenangi Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang hingga 60 cm, serta beberapa titik di Kecamatan Cikande dan Kibin.
Ajat mencatat masih terdapat 269 kepala keluarga (KK) atau 953 jiwa yang bertahan di pengungsian. "Titik pengungsian aktif berada di Kecamatan Padarincang sebanyak 150 KK, Kecamatan Binuang 95 KK, dan Kecamatan Carenang 5 KK," ujarnya.
Secara akumulatif, bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang ini telah berdampak pada 32.985 jiwa atau 9.786 KK. BPBD mencatat kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat penyedot air (alkon), perahu evakuasi, makanan siap saji, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Serang diprediksi masih berlangsung hingga 22 Januari 2026," tutur Ajat.
















