Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Banten Ajukan 6 Lokasi untuk Pembangunan Sekolah Rakyat
IDN Times/Khaerul Anwar
  • Pemerintah Provinsi Banten mengajukan enam lokasi untuk pembangunan sekolah rakyat milik Kementerian Sosial.
  • Gubernur Banten Andra Soni menyatakan ada dua opsi terkait pendirian sekolah rakyat Kementerian Sosial, yaitu dengan membangun unit baru atau memaksimalkan sekolah yang sudah ada.
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong hadirnya sekolah rakyat di setiap daerah di Provinsi Banten, dengan tujuan memberikan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengajukan enam lokasi untuk pembangunan sekolah rakyat milik Kementerian Sosial. Sekolah rakyat tersebut didirikan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga kategori miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hal itu diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri acara Dialog Pilar-pilar Sosial bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (19/3/2025).

“Saya sudah mengajukan 5 titik, (untuk) provinsi, ditambah tadi Kabupaten Lebak mengajukan satu (titik), 10 hektare,” kata Andra.

1. Pemprov Banten akan memanfaatkan sekolah existing atau bangun baru

ilustrasi pelajar(IDN Times/Mardya Shakti)

Andra Soni mengatakan pihaknya memiliki dua opsi terkait pendirian sekolah rakyat Kementerian Sosial. Pertama adalah unit sekolah baru yang dibangunkan oleh Kementerian Sosial melalui Dinas Pekerjaan Umum. Kemudian yang kedua adalah memaksimalkan sekolah-sekolah yang sudah ada sebelumnya (existing).

“Ada sekolah kita itu luasnya bisa sampai 7 hektare.Tapi dia hanya bisa menampung sedikit karena bangunan dan sebagainya. Ini kami mengoptimalkan,” katanya.

Dia mencontohkan semisal SMKN 2 Pandeglang yang memiliki luas 7 hektare. Dari sebelum berdirinya Banten, lokasi tersebut adalah bangunan yang dibangun oleh pemerintah Jawa Barat di tahun 1996.

Kondisi sekolah tersebut, menurut Andra, strukturnya masih kuat, namun harus direnovasi. Sekolah tersebut, imbuhnya, menjadi salah satu yang akan digunakan untuk sekolah rakyat.

“Boleh menggunakan program pemerintah pusat, boleh juga harus menggunakan program kita. Yang penting bagaimana caranya ini bisa optimal dan rakyat bisa mendapatkan manfaat,” katanya.

2. Mensos berbarap minimal ada satu sekolah rakyat di setiap kabupaten kota

Ilustrasi Pelajar. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu, Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf mendorong agar sekolah rakyat yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk hadir di setiap daerah yang ada di Provinsi Banten. Sekolah rakyat tersebut merupakan pendidikan gratis berkualitas yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Kami harapkan kabupaten kota minimal memiliki satu sekolah rakyat. Nanti Pak Gubernur (Andra Soni-red) juga memiliki sekolah rakyat juga," kata menteri yang biasa disapa Gus Ipul tersebut.

3. Gus Ipul berharap sekolah rakyat beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026

IDN Times/Khaerul Anwar

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini menegaskan akan ada sekolah rakyat di Banten yang mulai beroperasi pada ajaran tahun 2025/2026. Kehadiran sekolah gratis untuk masyarakat miskin ini juga akan hadir secara bertahap.

"Kalau bisa tahun ini atau tahap kedua tahun depan,  nanti kita lihat saja mana yang paling mungkin. Sekarang ini kan kalau kurang 3 bulan udah pendek waktunya, tapi di Banten ini akan ada 1 atau 2 yang mulai," ujarnya.

Menurutnya, sekolah rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia mengaku, sekolah rakyat ini diberikan untuk siswa miskin yang masuk dalam data desil 1, yang tentunya memiliki keinginan besar untuk belajar. Siswa tersebut nantinya harus mendapatkan izin untuk tinggal di asrama.

"Lulusannya kita harapkan cerdas intelektual bermental tangguh, berkarakter kuat, dan lahirnya agen-agen perubahan setiap keluarga miskin dan memutuskan rantai kemiskinan," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article