Pemprov Banten Bantah LPG 3 Kg Langka

- Antrean terjadi karena kepanikan larangan penjualan eceran elpiji 3 kg
- Keterbatasan stok gas terkendala distribusi saat libur Imlek
- Pihak terkait berupaya menambah pangkalan gas untuk memudahkan pembelian masyarakat
Serang, IDN Times - Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten, Ari James Faraddy membantah terjadi kelangkaan stok gas elpiji 3 kilogram (kg) di wilayahnya. Menurutnya, antrean panjang yang sekarang terjadi karena adanya kepanikan dari masyarakat terkait kebijakan larangan penjualan di pengecer.
"Kekhawatiran kelangkaan elpiji 3 kg itu ada ketakutan bahwa elpiji 3 kg akan langka karena tidak boleh diperjualbelikan ke pengecer," kata Ari, Senin (3/2/2025).
1. Ada juga kendala distribusi akibat libur panjang

Kemudian, terkait keterbatasan stok yang ada di agen atau pangkalan gas itu hanya terkendala pendistribusian saja saat libur panjang Imlek.
"Kami sebelum libur panjang sudah melakukan koordinasi dengan migas dan Pertamina terkait dengan estra droping untuk mempersiapkan libur panjang kemarin," katanya.
2. Pemprov Banten berupaya akan menambah agen resmi penjualan gas elpiji

Kondisi yang terjadi hari ini, kata dia, lantaran hanya permasalahan jarak pembelian masyarakat ke agen resmi ketimbang toko kelontongan tempat yang biasa mereka beli. Oleh karenanya, ke depan, pihaknya akan berupaya menambah pangkalan sehingga merata di berbagai daerah hingga ke desa-desa.
"Sehingga masyarakat bisa mudah membeli elpiji 3 kg," katanya.
3. Kuota gas setiap tahun akan terus ditambah

Ia mengklaim sejauh ini stok untuk gas elpiji subsidi di Banten masih cukup. Untuk kuota gas elpiji tahun 2024 di tanah Jawara 338.187 metrik ton, dan realisasinya itu sebanyak 397 ribu ton.
"Kalau untuk kouta gas elpiji setiap tahun meningkat," katanya.



















