PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang kuartal I 2025. (dok. Pertamina)
Informasi mengenai percepatan lelang disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition.
Eniya mengatakan, pemerintah mempercepat proses lelang sejumlah wilayah panas bumi atas arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sebelumnya, proses lelang tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 10 tahun mengikuti target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
“Jika kita tarik di seluruh RUPTL untuk maju dilelangkan sekarang. Jadi, tidak lagi menunggu 10 tahun. Masing-masing kan per tahun ada target-targetnya. Nah, ini biar lebih agresif lagi,” kata Eniya.
Sebanyak 14 lokasi tersebut merupakan wilayah baru di luar lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE) yang masih dalam proses. Gunung Endut di Kabupaten Lebak masuk dalam daftar lokasi yang akan dikembangkan dengan potensi panas bumi mencapai 38 MW.
Selain Gunung Endut, sejumlah lokasi lain yang masuk daftar antara lain Sembalun di Nusa Tenggara Barat dengan potensi 11 MW, Guci di Jawa Tengah dan Suwawa di Gorontalo masing-masing 20 MW. Kemudian Marana di Sulawesi Tengah memiliki potensi 28 MW, Gunung Pandan di Jawa Timur 30 MW, serta Sipoholon Ria di Sumatera Utara sebesar 35 MW.
Lokasi lainnya yakni Gunung Ciremai di Jawa Barat dan Songgoriti di Jawa Timur masing-masing memiliki potensi 40 MW. Danau Ranau yang berada di Lampung dan Sumatera Selatan memiliki potensi 42 MW.
"Sementara Gunung Wilis di Jawa Timur diproyeksikan memiliki potensi 50 MW, Lainea di Sulawesi Tenggara 68 MW, Gunung Galunggung di Jawa Barat 125 MW, hingga Gunung Iyang Argopuro di Jawa Timur yang memiliki potensi terbesar mencapai 185 MW," katanya