Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Banten Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh hingga 11 September
Andra Soni meninjau pos pantau gunung anak krakatau di Anyer (Dok. Khaerul Anwar)
  • Pemprov Banten memperpanjang PJJ SMA, SMK, dan SKh hingga 11 September 2026 karena abu vulkanik Anak Krakatau masih berpotensi mengganggu kesehatan anak.
  • Keputusan diambil setelah pemantauan aktivitas vulkanik, kualitas udara, dan lonjakan ISPA; kasus tercatat 4.058 pada 7 September, naik dari kisaran normal 1.000–1.500 per hari.
  • Erupsi Anak Krakatau masih mengeluarkan abu dan material. Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker bila keluar, serta tidak mendekat dalam radius tiga kilometer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) hingga Jumat, 11 September 2026. Kebijakan ini diperpanjang di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih mengeluarkan abu vulkanik.

Sebelumnya, PJJ diberlakukan selama tiga hari, yakni 7-9 September 2026. Perpanjangan dilakukan setelah pemerintah memantau perkembangan aktivitas vulkanik, kualitas udara, hingga lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

1. Masih mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan anak

Andra Soni mengadakan rakor di pos pemantau gunung anak Krakatau (Dok. Pemprov Banten)

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kualitas udara di sejumlah wilayah telah membaik. Namun, pemerintah masih mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

"Kami telah memantau kualitas udara dan sampai saat ini memang kualitas udara kita memang lebih baik daripada sebelumnya, tapi memang kita masih harus mewaspadai khususnya untuk anak-anak. Maka kami memutuskan PJJ dilanjutkan sampai dengan hari Jumat 11 September 2026," kata Andra di Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026).

Lonjakan kasus ISPA turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam memperpanjang PJJ. Andra menyebut jumlah kasus ISPA yang dalam kondisi normal berada di kisaran 2 ribu kasus kini meningkat hingga lebih 4 ribu kasus. "Kami juga mendapatkan laporan terjadi kenaikan ISPA. Dalam situasi normal sekitar 2 ribuan, sekarang meningkat 4 ribu lebih," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Banten mencatat 4.058 kasus ISPA pada 7 September 2026. Angka tersebut meningkat sekitar dua setengah kali lipat dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran 1.000 hingga 1.500 kasus per hari.

2. Erupsi Anak Krakatau masih berlangsung

Penampakan Gunung Anak Krakatau, Jumat (15/12/2023). (IDN Times/Istimewa).

Andra mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih harus diwaspadai. Erupsi sempat berlangsung terus-menerus selama sekitar 25 jam sejak Jumat malam hingga Sabtu tengah malam. Setelah sempat berhenti, aktivitas erupsi kembali terpantau pada Minggu sekitar pukul 04.00 WIB dan 07.00 WIB.

"Perbedaannya erupsinya tidak terus-menerus dan hanya berlangsung beberapa detik. Sejak erupsi terus-menerus tersebut terpantau erupsi tujuh kali dengan durasi beberapa detik dan saat ini masih mengeluarkan abu dan material," kata Andra.

3. Warga diminta kurangi aktivitas di luar rumah

Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa

Pemerintah Provinsi Banten meminta masyarakat tetap waspada selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Masyarakat juga dilarang mendekati gunung dalam radius tiga kilometer. Selain itu, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

"Perpanjangan PJJ menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah sekaligus menekan risiko paparan abu vulkanik yang masih berpotensi terjadi," katanya

Curated For You

Editorial Team

Related Article