Potret Kawasan Pasar dan Stasiun Serpong, Dikepung Macet dan Limbah Pasar

Kawasan Stasiun dan Pasar Serpong menghadapi kesemrawutan infrastruktur di tengah tingginya mobilitas komuter, termasuk kemacetan di perlintasan kereta api.
Parkir liar, angkot yang ngetem, pedagang kaki lima, dan kendaraan di badan jalan tetap memicu kemacetan meski penertiban telah beberapa kali dilakukan.
Drainase dangkal penuh sampah dan kabel kusut, sementara limbah cair pasar serta sisa pemotongan ayam mengalir ke Sempadan Sungai Cisadane tanpa pengolahan memadai.
Tangerang Selatan, IDN Times — Kawasan di sekitar Stasiun dan Pasar Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), menyimpan masalah ekologis. Di wilayah dengan mobilitas ribuan komuter yang bergerak tiap hari, kawasan Pasar Serpong dikelilingi kesemrawutan infrastruktur hingga temuan limbah pasar yang mengalir ke Sempadan Sungai Cisadane.
Berdasarkan pantauan IDN Times, arus lalu lintas di perlintasan kereta api kerap tersendat akibat tumpukan kendaraan hingga aktivitas ngetem dan parkir kendaraan pribadi di badan jalan. Berikut potret kondisi kawasan sekitar Stasiun dan Pasar Serpong, Tangerang Selatan.
Beberapa kali ditertibkan, keberadaan parkir liar dan pedagang kaki lima tetap ada di jam sibuk yang memicu kemacetan

Potret Semrawutnya Kawasan Pasar dan Stasiun Serpong (IDN Times/Muhamad Iqbal) Di area tersebut tampak saluran drainase berbau tak sedap yang konsidinya memperihatinkan

Potret Semrawutnya Kawasan Pasar dan Stasiun Serpong (IDN Times/Muhamad Iqbal) Tampak juluran kabel kusut yang menjuntai ke arah drainase

Potret Semrawutnya Kawasan Pasar dan Stasiun Serpong (IDN Times/Muhamad Iqbal) Loaksi untuk pedestrian di kawasan ini terlihat kumuh

Potret Semrawutnya Kawasan Pasar dan Stasiun Serpong (IDN Times/Muhamad Iqbal) Terdapat air terjun limbah menuju Sungai Cisadane

Potret Semrawutnya Kawasan Pasar dan Stasiun Serpong (IDN Times/Muhamad Iqbal)


















