Relawan SPPG Curug Wetan Diduga Tukar MBG Busuk, Yayasan Lapor Polisi

- Laporan dilayangkan usai adanya kejanggalan setelah dilakukan audit internal
- Relawan tersebut mengambil barang tak layak makan
- Yayasan membawa saksi relawan yang juga bertugas pada hari kejadian
Tangerang, IDN Times - Seorang relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran diduga melakukan sabotase menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus tersebut mencuat usai adanya video viral di media sosial TikTok @lsmharimauharimau yang menayangkan adanya telur ayam rebus yang terlihat sudah berjamur dan pisang yang sudah berbintik hitam.
Saat dikonfirmasi, Kuasa Hukum Yayasan Kasih Mentari Bangsa selaku pengelola SPPG Curug Wetan, Christopher Anggasastra, membenarkan laporan tersebut. Saat ini, kliennya pun telah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.
"Iya hari ini klien kami diperiksa di Polda Metro Jaya sekitar jam 2," kata Christopher dikonfirmasi IDN Times, Kamis (22/1/2026).
1. Laporan dilayangkan usai adanya kejanggalan setelah dilakukan audit internal

Christopher menuturkan, laporan tersebut dilayangkan usai dilakukannya audit internal yang menemukan sejumlah kejanggalan di SPPG tersebut. Dimana, berdasarkan CCTV di lokasi, relawan tersebut masuk ke dapur SPPG di luar jam operasional.
"Yang mana hari itu dilarang oleh satpam untuk masuk namun akhirnya diizinkan karena berdasarkan keterangan satpam relawan tersebut diizinkan masuk oleh Asisten Lapangan," katanya.
2. Relawan tersebut mengambil barang tak layak makan

Christopher menuturkan, tujuan masuknya berdasarkan keterangan satpam untuk mengambil barang tak layak makan. Dimana, relawan tersebut mengaku sudah mendapat izin dari asisten lapangan.
"Setelah dilakukan audit oleh yayasan ternyata makanan reject yang diambil itu ada roti, telur, dan buah buahan, sesuai dengan video viral," ungkapnya.
Hal tersebut, sesuai dengan video viral yang menunjukkan adanya menu roti, pisang, dan telur. Padahal, pantauan CCTV, pisang yang diberikan untuk menu MBG masih berwarna hijau.
"Bentuk rotinya berbeda, lalu warna pisangnya juga berbeda. Di unggahan terlihat pisang masih hijau, sementara berdasarkan rekaman CCTV saat penyortiran, pisang yang digunakan berwarna kuning dan matang," jelasnya.
3. Yayasan membawa saksi relawan yang juga bertugas pada hari kejadian

Christopher pun menegaskan, pihaknya saat ini telah membawa saksi relawan lain yang juga bertugas pada hari kejadian. Adapun, jadwalnya adalah pemeriksaan para saksi di Polda Metro Jaya.
"Mungkin selesainya sekitar sore," pungkasnya.

















