Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ribuan Botol Oli Palsu Disita dari Pabrik Pelumas di Tangerang
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Tangerang, IDN Times - Kementerian Perdagangan menggerebek sebuah pabrik pelumas di Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Penggerebekan tersebut dilakukan lantaran pabrik tersebut memproduksi pelumas palsu dengan berbagai merek terkenal.

"Mereka tidak punya SNI (standar nasional Indonesia), tidak punya NPB (nomor pendaftaran barang), dan tidak punya NPT (nomor pelumas terdaftar)," kata Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, Senin (17/4/2023).

1. Pabrik memalsukan berbagai merek pelumas

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Jerry mengungkapkan, pabrik tersebut tidak hanya memalsukan satu merek pelumas saja, melainkan berbagai merek yang cukup terkenal di masyarakat. Adanya pabrik tersebut pun diketahui dari adanya laporan masyarakat.

"Ini melanggar undang-undang konsumen dan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan dan bahkan ini ada merek-merek yang tidak boleh diproduksi tapi diperdagangkan oleh oknum, ini melanggar hukum ketentuan yang ada," katanya.

2. Pabrik sudah beroperasi 3 tahun

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Dari pendalaman yang dilakukan, pihaknya menemukan bahwa pabrik ini sudah beroperasi dalam memproduksi pelumas palsu selama 3 tahun.

"Untuk peredarannya masih dalam pendalaman," jelas Jerry.

3. Ada 165.734 botol yang disita dari pabrik tersebut

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Ia mengungkapkan, terdapat 165.734 botol pelumas siap edar yang berhasil disita dari pabrik tersebut dan 1.153 drum pelumas yang belum dikemas.

"Nilainya, kami dilaporkan mencapai Rp16,5 miliar," ungkapnya.

Kasus ini menjadi perhatian Kemendag dan Kementerian ESDM untuk terus menegakkan hukum terhadap aturan yang berlaku terkait perdagangan.

"Untuk memastikan sekali lagi perdagangan harus sesuai dengan ketentuan hukum, tidak boleh memalsukan, memperdagangkan, menduplikasi, ataupun menjalin kerja sama dengan produsen seperti ini," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article