Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Untuk itu, perlu adanya penguatan layanan karantina dan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha perlu memahami persyaratan negara tujuan sejak awal agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan keamanan serta dapat diterima di pasar internasional.
“UMKM lokal perlu kita dampingi melalui klinik ekspor agar komoditas Banten memenuhi persyaratan kesehatan karantina negara tujuan. Dengan kesiapan yang baik, pelaku usaha akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional,” katanya.
Apalagi, dari ekspor tersebut, lanjut Karding, angka tersebut menunjukkan bahwa komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi.
“Di balik nilai ekspor ini ada kerja keras petani, nelayan, pelaku usaha, eksportir, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Tugas pemerintah adalah memastikan ekosistemnya semakin baik sehingga semakin banyak produk Indonesia yang mampu masuk dan bertahan di pasar global,” tutur Karding.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari mengatakan, Karantina Banten berkomitmen mendekatkan layanan kepada pelaku usaha, termasuk UMKM yang ingin mengembangkan pasar ekspor. Melalui klinik ekspor, bazar UMKM, dan mini expo komoditas unggulan Banten, kami membuka ruang bagi pelaku usaha untuk berkonsultasi dan memahami berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum produknya dikirim ke pasar internasional.
Menurut Duma, pendampingan sejak awal menjadi penting agar pelaku usaha tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memahami persyaratan teknis dan kesehatan yang ditetapkan negara tujuan.
“Kami berharap semakin banyak UMKM Banten yang berani melihat pasar global sebagai tujuan. Karantina Banten siap memberikan pendampingan agar pelaku usaha lebih siap memenuhi persyaratan ekspor dan mampu menjaga konsistensi kualitas produknya,” ujarnya.