Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tangani Sampah, Tangsel Gandeng Swasta, Bogor dan Kota Serang

TPA Cipeucang sudah melampaui kapasitas
TPA Cipeucang sudah melampaui kapasitas (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya sih...
  • Pemkot Tangsel gandeng swasta dan kota lain untuk kelola sampah
  • Siapkan dana Rp65 miliar untuk TPA Cilowong di Kota Serang
  • Cipeucang akan dijadikan lokasi fasilitas MRF dan warga terdampak TPA Cipeucang akan mendapat kompensasi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah darurat dan strategis untuk mengatasi persoalan sampah dengan menjalin kerja sama lintas daerah. Upaya ini dilakukan agar beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang tidak lagi menjadi satu-satunya tumpuan pengelolaan sampah kota.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, salah satu kerja sama dilakukan dengan kawasan Lulut Nambo, Cibinong, Jawa Barat. Di lokasi tersebut, sampah dari Tangsel diolah dengan kapasitas sekitar 20 ton per hari menggunakan metode RDF (refuse derived fuel).

“Kita bekerja sama dengan daerah lain. Yang pertama dengan Lulut Nambo di Cibinong. Alhamdulillah kita bisa olah sampah di sana sebanyak 20 ton per hari,” kata Benyamin, Kamis (1/1/2026).

1. Pemkot Tangsel juga akan libatkan swasta

Menteri LH Minta TPA Cipeucang Dioperasikan Kembali
Menteri LH Minta TPA Cipeucang Dioperasikan Kembali (Dok. IDN Times/Fer)

Selain itu, Pemkot Tangsel juga menggandeng pihak ketiga swasta yang memiliki izin pengelolaan sampah di wilayah Cileungsi. Dari kerja sama ini, sampah dari Tangsel dikirim dengan kapasitas sekitar 200 ton per hari dan sudah berjalan sejak beberapa hari terakhir.

“Setiap hari sudah dikirim, mulai dari kemarin, dua hari yang lalu, sampai hari ini. Untuk Cileungsi itu ujungnya nanti untuk pabrik kertas,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Pemkot Tangsel juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang untuk pengolahan sampah bersama di kawasan Cilowong. Kapasitas pengolahan di lokasi tersebut diproyeksikan mencapai 400-500 ton per hari.

“Kami sudah tanda tangan kerja sama dengan Kota Serang. Kapasitasnya nanti kurang lebih 400 sampai 500 ton per hari. Dengan kondisi ini, Cipeucang tidak lagi akan menjadi tempat pembuangan akhir seperti sebelumnya,” jelas Benyamin.

2. Pemkot Tangsel siapkan dana Rp65 miliar untuk TPA Cilowong di Kota Serang

TPA Cipeucang sudah melampaui kapasitas
TPA Cipeucang sudah melampaui kapasitas (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Benyamin menambahkan, kerja sama dengan Kota Serang direncanakan berlangsung minimal dua tahun dan dapat diperpanjang. Pemkot Tangsel juga telah menyiapkan anggaran bantuan keuangan sebesar Rp65 miliar yang akan dialokasikan pada APBD 2026 untuk penataan kawasan Cilowong, sesuai proposal dari Pemerintah Kota Serang.

“Bantuan keuangan itu untuk penataan kawasan Cilowong. Anggarannya sudah kami siapkan di APBD 2026, tinggal menunggu proposal dari Kota Serang,” ungkapnya.

3. Cipeucang akan dijadikan lokasi fasilitas MRF

Sampah di TPA Cipeucang Tangsel
Sampah di TPA Cipeucang Tangsel (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Seiring berkurangnya beban TPA Cipeucang, Pemkot Tangsel menyiapkan rencana jangka panjang dengan mengubah kawasan tersebut menjadi ruang terbuka hijau. Pada 2026 mendatang, akan dibangun fasilitas Material Recovery Facility (MRF) di lahan sekitar 8 ribu meter persegi untuk memilah sampah dan menghasilkan RDF, sekaligus melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja.

“Dalam jangka panjang, dengan sentuhan teknologi, Cipeucang akan kita jadikan ruang terbuka yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Benyamin.

Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga menyiapkan kompensasi bagi warga terdampak TPA Cipeucang sebesar Rp250 ribu per bulan untuk 2.044 kepala keluarga mulai 2026. Selain itu, upaya pengurangan bau juga dilakukan dengan bantuan Kementerian Pertanian melalui cairan khusus yang disemprotkan di sejumlah titik.

Menjelang pergantian tahun, Benyamin memastikan seluruh petugas kebersihan tetap siaga. Sebanyak 350 petugas penyapu jalan dan 27 unit truk sampah dikerahkan untuk mengantisipasi lonjakan sampah, terutama di kawasan Ciputat, Pamulang, dan Serpong.

“Kami harapkan partisipasi masyarakat juga ada, supaya tidak buang sampah sembarangan. Setelah kegiatan masyarakat selesai, petugas akan langsung bergerak,” kata Benyamin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Banten

See More

Tangani Sampah, Tangsel Gandeng Swasta, Bogor dan Kota Serang

01 Jan 2026, 13:49 WIBNews