Tekan Stunting, ASN di Kota Serang Wajib Sedekah 3 Telur Setiap Pekan

Serang, IDN Times - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Serang untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting di ibu kota Provinsi Banten. Salah satu upaya terbaru melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) melalui gerakan sedekah telur setiap hari Senin.
Stunting merupakan kondisi ketika anak kekurangan gizi sehingga pertumbuhannya terhambat dan terlambat. Dengan program ini, setiap ASN diwajibkan menyumbang tiga telur per pekan. Seperti apa?
1. Setiap ASN diwajibkan mengumpulkan tiga butir telur di awal pekan

Berdasarkan surat edaran Wali Kota Serang Syafrudin, setiap ASN diwajibkan membawa tiga butir telur ayam setiap pekan untuk disedekahkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang setiap hari Senin.
Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin memgatakan, sedekah telur dikumpulkan setiap hari Senin saat apel pagi di lapangan Puspmekot Serang, hal itu dilakukan dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kota Serang.
"Sudah dimulai minggu kemarin, dan alhamdulillah patut bersyukur semua ASN peduli stunting,” kata Nanang, Senin (30/10/2023).
2. Angka kasus stunting di Kota Serang masih 19 persen

Nanang mengungkapkan, gerakan pengumpulan telur ini merupakan program yang diinisiasi oleh DP3AKB Kota Serang, dalam rangka menuntaskan angka Stunting yang saat ini masih mencapai angka 19 persen di Kota Serang. Nanti, telur-telur tersebut bakal disalurkan ke penderita stunting.
“Jadi intinya semua kita berpartisipasi dalam rangka menuntaskan stunting, diharapkan di 2024 akhir ini bisa turun menjadi 14 persen dan mudahan-mudahan bisa menekan lima persen dan ini tidaklah mudah," katanya.
3. Perlu adanya kolaborasi dalam pengentasan stunting

Nanang menegaskan bahwa untuk menangani stunting dengan cepat diperlukan kolaborasi berbagai pihak. Sedekah telur dipilih dinilai lebih efektif dalam melakukan gotong royong.
”Sedekah telur ini tidak bisa diganti dengan uang, khawatir kalau berupa uang ada penyalahgunaan,” katanya.



















