Biopori Kantor, Cara DCKTR Tangsel Kurangi Sampah (Dok. IDN Times/Feri)
Data Dinas Lingkungan Hidup Tangsel menunjukkan, timbulan sampah harian di kota ini sempat menembus lebih dari 1.000 ton per hari. Di sisi lain, sejumlah kawasan masih rawan banjir akibat minimnya ruang resapan air. Kondisi ini mendorong perlunya solusi berbasis teknologi yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
Biopos telah diuji coba di sejumlah kawasan, seperti Perumahan Batan Indah Serpong, BSD City, hingga lingkungan sekolah di Tangerang Raya. Hasilnya, volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir berkurang, sementara genangan air saat hujan juga menurun.
Pemkot Tangsel menilai teknologi ini dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan biaya murah dan perawatan sederhana, Biopos memungkinkan setiap rumah tangga berkontribusi langsung dalam pengurangan sampah dan pencegahan banjir.
“Jika diterapkan secara masif, Biopos bisa menjadi solusi konkret untuk mewujudkan Tangsel yang lebih bersih, sehat, dan tangguh terhadap banjir,” kata Nur.