Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tinggal di Lingkungan Sehat Bikin Hidup Lebih Produktif

Tinggal di Lingkungan Sehat Bikin Hidup Lebih Produktif
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Tangerang, IDN Times - Pandemik COVID-19 menjadi titik balik kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya gaya hidup sehat yang terstruktur dan berkelanjutan. Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengungkapkan, gaya hidup sehat berkembang dari sekadar kebiasaan menjadi strategi hidup yang penuh kesadaran merupakan sebuah transformasi menuju hidup yang lebih tenang, produktif, dan bermakna.

“Kesadaran tentang pentingnya bukan hanya hidup panjang umur, tapi hidup yang berkualitas, itu muncul jelas karena pandemik,” ujarnya, Minggu (1/6/2025).

1. Konsep sehat bukan hanya dari raga, melainkan jiwa

Stretching (pixabay.com/WOKANDAPIX)
Stretching (pixabay.com/WOKANDAPIX)

Menurut Devie, hidup sehat kini tidak lagi dimaknai sekadar rajin berolahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya keseimbangan menyeluruh—mulai dari kesehatan jiwa, kesadaran diri, hingga detoksifikasi digital.

“Konsep sehat yang sebenarnya adalah kesehatan yang paripurna. Raganya, jiwanya, dan kesadarannya semua selaras,” kata Devie.

Pandemi juga mengajarkan satu hal penting, yakni rumah bukan lagi sekadar tempat tinggal, tapi pusat segala aktivitas dan sumber ketenangan. Tren hidup sehat tidak berhenti pada tubuh dan pikiran saja namun juga lingkungan tempat tinggal pun menjadi faktor krusial. 

"Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 65,25 persen rumah tangga di Indonesia kini menempati rumah yang memenuhi kriteria layak huni," ungkapnya.

Namun, angka ini juga menunjukkan bahwa hampir 35 persen lainnya masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan. Di daerah seperti Papua Pegunungan, angka ini hanya sekitar 4,44 persen, sedangkan di DIY sudah mencapai 86,68 persen.

“Waktu itu, kita hidup dalam isolasi, di dalam kotak bernama rumah dan laptop. Kalau lingkungan ini tidak sehat, maka ujungnya adalah penyakit fisik dan mental,” jelas Devi.

2. Hunian sehat jadi investasi jangka panjang untuk bahagia

Dok. The Springs
Dok. The Springs

Devie menambahkan, lingkungan yang sehat tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial. Taman dan ruang terbuka hijau, menurut Devie, menjadi tempat penting untuk berinteraksi, berekreasi, bahkan menurunkan konflik sosial.

“Kalau kita saling mengenal, kita lebih percaya, dan kalau lebih percaya, konflik berkurang,” ungkapnya.

Terkenal sebagai kawasan yang terus berkembang, katanya, Serpong kini juga menjadi destinasi pilihan bagi mereka yang mendambakan gaya hidup lebih sehat. Salah satu area yang mencuri perhatian adalah The Springs, kawasan premium di Summarecon Serpong yang dirancang untuk mendukung kehidupan yang lebih aktif dan seimbang.

"Dengan kehadiran taman-taman hijau, jalur pedestrian yang rapi dan rindang, serta fasilitas olahraga lengkap di The Springs Club, lingkungan ini mengajak penghuninya untuk lebih sering bergerak dan menikmati udara segar setiap hari," jelasnya.

Tak hanya aktivitas fisik, gaya hidup sehat di sini juga didukung oleh pilihan kuliner yang menyehatkan. Di Ruko Goldfinch, kamu bisa menemukan berbagai restoran seperti Colico, Juskode, Gado-gado AA, hingga Yangs Braise Chicken.

"Semuanya menawarkan menu yang cocok untuk pola makan yang lebih seimbang," jelasnya.

3. Tingkat berolahraga rutin meningkat

ilustrasi lari (pexels.com/Tirachard Kumtanom)
ilustrasi lari (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Selain itu, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, 70 persen masyarakat perkotaan kini rutin berolahraga minimal tiga kali seminggu. Angka ini naik drastis 40 persen dari 2020.

“Ini menandakan pergeseran nyata dalam kesadaran gaya hidup aktif,” ungkap Pakar Gizi dari Universitas Indonesia (UI), Diah Nurhayati.

Selain olahraga, pola makan sehat juga mengalami perubahan positif. Makanan cepat saji mulai ditinggalkan, digantikan oleh makanan organik dan menu berbasis sayuran. 

“Kami melihat perubahan signifikan dalam kebiasaan makan masyarakat. Kini, banyak orang memilih untuk memasak sendiri makanan sehat di rumah,” ujar Diah.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Maya Aulia Aprilianti
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Banten

See More

WN Singapura dan Malaysia Selundupkan Narkotika dalam Bungkus Kopi

12 Mar 2026, 08:52 WIBNews