Anggota Komisi IV DPR RI kunjungi Satuan Layanan Karantina Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Kepala Balai Karantina Banten, Duma Sari M H mengatakan seluruh unit pelayanan telah dipersiapkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan tindakan karantina di Bandara Soekarno-Hatta.
"Seluruh fasilitas, baik Instalasi Karantina Hewan maupun Laboratorium Terintegrasi, telah kami optimalkan untuk mendukung pelayanan yang profesional dan akuntabel," ujar Duma.
Berdasarkan data Januari–Juni 2026, kinerja pelayanan Karantina Banten menunjukkan aktivitas yang tinggi. Pada layanan sertifikasi, karantina hewan mencatat impor sebanyak 1.875 sertifikat, ekspor 2.873 sertifikat, domestik masuk 4.527 sertifikat, dan domestik keluar 6.112 sertifikat. Karantina ikan mencatat aktivitas ekspor tertinggi dengan 19.603 sertifikat, sedangkan karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar sebanyak 23.725 sertifikat.
"Data tersebut menunjukkan bahwa Karantina Banten tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan," ungkapnya.
Selain pelayanan sertifikasi, Instalasi Karantina Hewan (IKH) Banten terus mendukung pelaksanaan tindakan karantina terhadap hewan yang dilalulintaskan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Selama Januari hingga Juni 2026, tercatat pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, 6 ekor kuda, dan 8 ekor reptil. Di fasilitas tersebut dilakukan observasi kesehatan, isolasi, pengasingan, perlakuan, serta penerapan sistem biosekuriti secara berlapis melalui pengendalian akses, desinfeksi, dan pemisahan zona bersih dengan zona risiko untuk mencegah kontaminasi silang.
Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten juga menjadi salah satu fasilitas yang akan ditinjau dalam kunjungan tersebut. Laboratorium berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan tindakan karantina melalui pengujian diagnostik terhadap media pembawa hewan, ikan, tumbuhan, serta keamanan mutu pangan dan pakan.
Selama Januari hingga Juni 2026, Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten telah melaksanakan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan.
"Tingginya jumlah pengujian tersebut menunjukkan peran strategis laboratorium dalam menjamin keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas yang memenuhi standar nasional maupun internasional," jelasnya.
Menurut Duma, keberadaan Instalasi Karantina Hewan dan Laboratorium Terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan karantina yang modern, cepat, dan berbasis ilmiah. Ia pun berharap kunjungan Komisi IV DPR RI dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran strategis karantina di pintu masuk negara sekaligus memperkuat dukungan terhadap peningkatan fasilitas, kapasitas sumber daya manusia.
"Serta pengembangan teknologi sehingga pelayanan karantina semakin optimal dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia," tuturnya.