Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wajib Pra-SPMB! Siswa di Banten Terancam Gagal Daftar Jika Abai

Wajib Pra-SPMB! Siswa di Banten Terancam Gagal Daftar Jika Abai
Ilustrasi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Kota Semarang. (dok. Disdik Kota Semarang)
Intinya Sih
  • Dindikbud Banten mewajibkan calon siswa mengikuti Pra-SPMB sebagai tahap awal sebelum SPMB 10 Juni 2026 untuk memastikan akurasi data dan kelancaran sistem pendaftaran.
  • Kepala Dindikbud Jamaluddin menegaskan tidak ada toleransi bagi peserta yang melewatkan Pra-SPMB, karena tanpa tahap ini mereka otomatis gagal ikut seleksi utama.
  • Pemerintah membuka opsi memperpanjang waktu Pra-SPMB jika banyak calon siswa belum menginput data, dengan target seluruh peserta terakomodasi sebelum 31 Mei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serang, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memperingatkan para orangtua dan calon peserta didik baru agar mengikuti tahapan Pra-Seleksi Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB). Jika tidak, calon siswa terancam gagal mengikuti proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA negeri dan sederajat untuk tahun ajaran baru.

Untuk diketahui, pendaftaran SPMB di Banten dimulai pada 10 Juni 2026.

1. Pra-SPMB disebut langkah preventif untuk akurasi data

Orangtua siswa bertanya syarat masuk SMAN 1 Semarang dalam pelaksanaan SPMB 2025. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Ortu siswa bertanya syarat masuk SMAN 1 Semarang dalam pelaksanaan SPMB 2025. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin mengatakan, kebijakan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan akurasi data serta kelancaran sistem pendaftaran. Dalam Pra-SPMB, masyarakat diminta mengunggah dokumen penting lebih awal guna menghindari penumpukan dan kendala teknis saat hari pelaksanaan.

"Sengaja kami adakan Pra-SPMB sambil sosialisasi agar masyarakat menginput data terkait domisili maupun nilai rapor dari sekarang. Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui lebih awal dan saat pelaksanaan SPMB diharapkan berjalan lancar, tanpa kecurangan," ujar Jamaluddin, Rabu (6/5/2026).

2. Dindikbud tak akan toleransi bagi calon peserta yang tak ikut Pra-SPMB

Ilustrasi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Kota Semarang. (dok. Disdik Kota Semarang)
Ilustrasi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Kota Semarang. (dok. Disdik Kota Semarang)

Ia menegaskan, tidak ada toleransi bagi calon peserta yang melewatkan tahapan tersebut. Jika diabaikan, maka mereka tidak dapat mengikuti pendaftaran utama pada Juni mendatang.

"Calon siswa tidak bisa ikut SPMB jika tidak mengikuti Pra-SPMB. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi secara masif agar semua masyarakat ikut mendaftar. Kalau nanti mundur, itu tidak masalah," katanya.

3. Pra-SMPB akan diperpanjang jika banyak yang belum input

Ilustrasi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Kota Semarang. (dok. Disdik Kota Semarang)
Ilustrasi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Kota Semarang. (dok. Disdik Kota Semarang)

Meski demikian, Dindikbud Banten membuka kemungkinan perpanjangan waktu Pra-SPMB apabila masih banyak calon siswa yang belum melakukan penginputan data. Hal itu akan diputuskan berdasarkan evaluasi di lapangan.

"Saat ini kami terus memantau. Jika masih banyak yang belum mendaftar atau menginput data, kemungkinan waktu Pra-SPMB akan diperpanjang. Kami berharap pada 31 Mei seluruh calon peserta sudah terakomodasi," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More