Comscore Tracker

Kisah Bambang, Jalan Kaki Cari Anaknya yang Hilang Sejak Sebulan Lalu 

Bambang menjual seluruh hartanya demi mencari sang buah hati

Kabupaten Tangerang, IDN Times - Diselimuti rasa sedih, Bambang Irianto, 56 tahun, harus berjalan kaki puluhan kilometer menyusuri 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, Banten, untuk mencari anak semata wayangnya, Annisa Javariana.

Gadis remaja 16 tahun itu hilang sejak 17 Agustus lalu. Annisa merupakan santriwati di Pondok Pesantren Nurunisa Kecamatan Kronjo, Tangerang, yang sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

Bambang terpaksa harus berjalan kaki mencari anaknya, lantaran sudah tidak memiliki biaya lagi untuk sekadar membeli bensin bagi kendaraan roda duanya atau pun untuk ongkos kendaraan umum. Dia mengaku harus menjual seluruh isi rumahnya yang berada di RT 06 RW 08 Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan demi biaya mencari sang buah hati.

Baca Juga: Dua Pelaku Pembuang Bayi di Tangerang Diamankan, Ini Motifnya

1. Sudah dua pekan Bambang mencari anaknya tapi belum ada kejelasan

Kisah Bambang, Jalan Kaki Cari Anaknya yang Hilang Sejak Sebulan Lalu IDN Times/Candra Irawan

Bambang mengatakan, sampai saat ini dia masih mencari Annisa Javarina yang hilang di Pondok Pesantren Nurunisa, tempat putri semata wayangnya mengenyam pendidikan.

Terhitung sudah 14 hari Bambang menyusuri 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, setelah upayanya mencari informasi di Pondok Pesantren Nurunisa dan Polisi Sektor (Polsek) Kronjo tidak menemui kejelasan.

Kepada IDN Times, Bambang mengaku mengetahui putrinya hilang dari informasi wali kelasnya. Dia dihubungi pada Senin 26 Agustus 2019 pukul 09.30 WIB, saat di stasiun kereta Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Sejak saat itu sampai sekarang saya sudah lapor ke polsek dan belum ada tanda-tanda laporan, itu anak saya hilang sejak 17 Agustus hari Sabtu, sedangkan laporan yang saya terima tentang anak saya hilang itu, Senin 26 Agustus,” ujar Bambang, Selasa (17/9).

2. Pondok pesantren disebut angkat tangan soal hilangnya Annisa

Kisah Bambang, Jalan Kaki Cari Anaknya yang Hilang Sejak Sebulan Lalu IDN Times/Candra Irawan

Bambang mengaku hanya seorang diri mencari sang buah hati. Kendati demikian, dia yakin akan dapat menemukan anaknya walaupun hanya berbekal foto. 

Menurut Bambang, ciri-ciri Annisa yakni memiliki tinggi 150 sentimeter, berkulit sawo matang, dan memakai hijab.

Selama pencarian, Bambang kerap menerima informasi dari orang-orang yang ditemuinya di jalan bahwa mereka sempat melihat sosok di foto tersebut di suatu wilayah.

Bambang sendiri mengaku, informasi soal hilangnya Annisa hanya diperoleh dari wali kelas sang anak. Sementara pengasuh pondok pesantren tak menginformasikan hal tersebut. Karena itu, Bambang merasa heran dengan sikap pengasuh pondok pesantren tempat anaknya menimba ilmu. Terlebih mereka, kata Bambang, sudah angkat tangan dengan hilangnya Annisa.

“Wali kelas nanya ke pondok, katanya pondok angkat tangan dan tidak mau bertanggung jawab, begitu juga ketika saya datangi dari Senin sore hingga Selasa tanggal 26 dan 27 selama dua kali berturut-turut, dari pihak pondok sudah angkat tangan dan tidak ada alasan yang tepat," ungkap Bambang.

"Saya sendiri kaget, kok setelah sekian hari baru saya dikabarkan oleh ibu wali kelas anak saya dan bukan dari pihak ponpes, menurut saya seharusnya dari pihak ponpes. Bukan saya tidak menerima laporan ibu tentang anak saya hilang, cuma saya keberatan kok bukan dari pihak ponpes melainkan dari sekolah, dan bahkan sudah sekian hari saya baru terima laporan,” lanjutnya.

3. Bambang belum terima informasi resmi dari pondok

Kisah Bambang, Jalan Kaki Cari Anaknya yang Hilang Sejak Sebulan Lalu pesantrencenter.id

Menurut Bambang, kejadian hilangnya Annisa sudah dilaporkan ke Polsek Kronjo, dan pada saat dimintai keterangan ada seseorang dari pondok pesantren yang menyebut bila anaknya sering keluar malam.

Seketika Bambang tidak menerima keterangan dari perwakilan pondok pesantren itu. Bambang menilai, jika anaknya melakukan suatu kesalahan seharusnya pondok pesantren memberikan laporan kepadanya.

“Kalau anak saya sering keluar malam kenapa pintu gerbang tidak dikunci dan digembok, dia (perwakilan pondok) diam. Kemudian tidak lama orang itu keluar di depan penyidik Polsek Kronjo. Dari polisi sendiri belum ada kabar, dan informasinya urusan ini sudah ditangani Polda Banten dan Polres," ucap Bambang.

Menurut Bambang, Annisa ditinggal ibunya sejak usia 3 tahun, dan hanya tinggal berdua dengannya. "Saya sudah hubungi mamanya dan belum ada informasi terkait keberadaan Annisa,” katanya lirih.

4. Polisi sebut Annisa sering kabur

Kisah Bambang, Jalan Kaki Cari Anaknya yang Hilang Sejak Sebulan Lalu IDN Times/Candra Irawan

Sementara itu, Kepala Polsek Kronjo AKP Osma mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh pihaknya, seminggu sebelum laporan kehilangan itu, Annisa diketahui pergi dari Pondok Pesantren Nurunisa. Pihak pondok menduga, Annisa pulang ke rumah orang tuanya yang berada di Jakarta Selatan.

“Informasi yang kita peroleh yang kita tanyakan, dia (Annisa) sebelumnya sudah begitu, sudah kabur-kaburan. Kita juga sudah berupaya bagaimana caranya Annisa ini dengan siapa dia pergi, dan katanya keluarganya broken home lah gitu, serta anaknya ini tidak begitu sinkron dengan orang tuanya, itu dari informasi yang kita terima,” ungkap Osma.

5. Polisi pastikan Annisa tidak diculik

Kisah Bambang, Jalan Kaki Cari Anaknya yang Hilang Sejak Sebulan Lalu Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Sunariyah)

Osma menambahkan, hubungan keluarga antara Annisa dan Bambang dinilai kurang harmonis, dan laporan yang diterimanya hanya sebatas orang hilang bukan penculikan. Sebab, Annisa terbilang pergi dari pondok terebut secara baik-baik.

“Makanya saya bilang tadi sudah pernah begitu sebelumnya kan, sampai saat ini belum ada titik terang. Tetapi kami sudah berkoordinasi, kira-kira dia berteman dengan siapa saja tetapi hubungan dia baik-baik saja, jadi apakah mungkin dia dengan pacarnya atau bagaimana kita belum begitu mengerti. Kita upayakan dan kita telusuri, tetapi kalau tindak kekerasan atau penculikan itu bukan,” ucap Osman.

Baca Juga: Kedua Orangtuanya Kabur, Andreas Terpaksa Tinggal di Kantor OSIS

Topic:

  • Sunariyah

Just For You