5 Wujud Kesalahan Pilih Prioritas Ketika Punya Pasangan

- Komitmen dalam hubungan penting, namun jangan sampai mengorbankan aspek lain dalam hidup seperti pekerjaan dan kewajiban lainnya.
- Fokus berlebih pada pasangan bisa membuatmu mengabaikan tugas-tugas penting dan kehilangan kemampuan untuk mengatur prioritas dengan baik.
- Kehilangan visi dalam hubungan bisa membuatmu tidak serius dalam memprioritaskan komitmen kepada pasangan, sehingga hubungan menjadi sepihak dan kurang intim.
Komitmen dalam sebuah hubungan adalah hal penting, karena itu yang menjagai kamu dan pasangan dalam situasi apa pun. Namun, hidupmu pasti tidak hanya terpusat pada hubungan. Ada aspek lain yang juga perlu diperhatikan, seperti pekerjaan, kewajiban di rumah, kesenangan diri sendiri, dan lain-lain.
Di sinilah pentingnya menyusun prioritas agar kamu bisa menata setiap hal dalam hidupmu dengan seimbang tanpa mengorbankan hal lain. Sayangnya, ketika sudah terlalu fokus pada satu hal, banyak orang jadi tidak sadar itu membuat prioritas mereka berantakan. Tandanya dijabarkan pada lima poin berikut.
1.Sering mengabaikan tugas personal demi hubungan

Kamu pun punya kehidupanmu sendiri di luar hubungan tersebut. Jangan sampai karena terlalu ingin menghabiskan waktu dengan pasangan, kamu sampai lupa dengan kewajibanmu.
Alhasil, malah sering mengabaikan tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawabmu. Misal, kalau kamu masih duduk di bangku pendidikan, tidak belajar karena sering date dengan pacar. Akhirnya nilai turun drastis. Atau, tidak lagi memperhatikan budgeting hingga keuanganmu berantakan.
Ini menunjukkan bahwa kamu belum mampu mengatur prioritas dengan baik. Sampai banyak area dalam kehidupanmu yang tidak beres.
2.Menjadikan si dia sebagai opsi terakhir

Nah, kesalahan kedua ini berkebalikan dengan penjabaran di atas. Kamu menempatkan kehidupanmu lebih dulu sampai tidak peduli dengan komitmenmu kepada pasangan, baik itu pacar atau suami/istri.
Ini bisa terlihat dari banyak hal, seperti jarang mengabai si dia, tidak pernah ingat hari penting kalian, dan selalu cancel last minute kalau si dia ajak kencan. Secara tidak langsung, ini menunjukkan ketidakseriusanmu dalam hubungan. Katanya komitmen, tapi kok tidak ada aksi nyata?
3.Selalu mengikuti apa kata si dia
Bila sedang dalam fase bucin-bucinnya, rentan bagi seseorang untuk mendahulukan atau memprioritaskan pasangan sampai setiap ucapannya dilakukan. Hal ini bisa menjurus pada hubungan toxic ketika kamu sudah tidak lagi berpikir rasional ketika melakukan instruksi si dia.
Hubungan jadi berjalan sepihak, dong. Bahkan ketika si dia meminta sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan atau berada di luar kapasitasmu, kamu tetap mengusahakannya. Bukan romantis, hal itu malah akan merugikan kamu. Bisa jadi ada kesalahan prioritas dalam relasimu.
4.Terlebih dulu melibatkan orang luar untuk mengambil keputusan, dibanding pasangan

Coba ingat-ingat lagi, siapa yang menjadi orang pertama yang akan kamu ajak bicara ketika ada konflik dalam hubungan? Bila jawabannya bukan pasanganmu, maka ini tanda kamu belum benar-benar memprioritaskan hubungan.
Ciri bila prioritas sudah benar adalah adanya komunikasi yang jujur, terbuka, dan apa adanya. Terlebih dalam topik sensitif seperti konflik, seharusnya kamu dan si dia menyelesaikan berdua tanpa campur tangan pihak luar.
5.Tidak punya visi dalam hubungan

Prioritas mulai terbolak-balik ketika seseorang kehilangan visi. Begitu pula dalam hubungan. Kalau relasi dipandang sebagai wadah untuk sekadar “main-main” atau “coba-coba”, maka wajar saja kamu biasa-biasa saja dalam memperjuangkan komitmenmu.
Toh, kamu tidak anggap penting hubungan itu. Miliki visi dalam hubungan agar kamu pun tahu apa tujuan jangka panjang untuk hubungan kalian. Bicarakan juga dengan pasangan. Ini membantu kalian lebih intim mengenal satu sama lain.
Ternyata kesalahan prioritas dapat terlihat dari hal-hal sederhana. Jangan sampai kamu menjadi salah satunya, ya! Karena kesalahan dalam menyusun prioritas bisa menjadi awal mula terbentuknya hubungan yang destruktif.



















