Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok-Dibacok Belasan Debt Collector

2 Anggota Brimob Polda Banten Dikeroyok-Dibacok Belasan Debt Collector
ilustrasi penusukan (pixabay.com/Clker-Free-Vector-Images)
Intinya Sih
  • Dua anggota Brimob Polda Banten dikeroyok dan dibacok oleh belasan debt collector di Jalan Raya Serang-Cilegon setelah terjadi cekcok soal penarikan kendaraan.
  • Polda Banten menegaskan tidak akan mentoleransi aksi premanisme berkedok penagihan utang atau penarikan kendaraan, dan berkomitmen menindak tegas para pelaku.
  • Sebanyak 30 personel Brimob melakukan penyisiran, dua pelaku berhasil diamankan di sekitar Tol Serang Barat, sementara korban masih dirawat dan sudah sadar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Serang, IDN Times – Dua anggota Satuan Brimob Polda Banten menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan yang diduga dilakukan sekelompok debt collector atau mata elang di Jalan Raya Serang-Cilegon Kilometer 3,5, tepatnya di depan RS Fatimah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (2/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Bripda M. Fajar Dwi dan Bripda Ahmad Yani. Keduanya mengalami luka setelah terlibat cekcok dengan sejumlah debt collector yang berusaha menarik paksa kendaraan milik salah satu personel Brimob.

1. Polda Banten tak akan toleransi tindakan premanisme

Ilustrasi pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan Kapolda Banten tidak akan mentoleransi segala bentuk aksi premanisme yang berkedok penagihan utang maupun penarikan kendaraan.

"Bapak Kapolda Banten menyampaikan bahwa tidak boleh ada perilaku premanisme di wilayah hukum Polda Banten dalam bingkai apa pun, baik bingkai debt collector, matel, atau apa pun," kata Maruli, Rabu (3/6/2026).

2. Bermula cekcok soal penarikan unit hingga terjadi pengeroyokan dan pembacokan

Ilustrasi pengeroyokan (Meta AI/Rochmanudin)
Ilustrasi pengeroyokan (Meta AI/Rochmanudin)

Menurut Maruli, peristiwa bermula ketika sekitar 11 orang debt collector diduga telah mengintai target sejak sore hari. Saat upaya penarikan kendaraan dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB, terjadi adu argumen yang berujung keributan.

Di tengah ketegangan tersebut, salah seorang pelaku mengambil kampak dari dalam mobil Toyota Fortuner yang digunakan kelompok itu. Senjata tersebut kemudian dipakai untuk menyerang anggota Brimob yang berada di lokasi.

Akibatnya, Bripda M. Fajar Dwi mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan. Sementara Bripda Ahmad Yani mengalami luka pada hidung dan kaki serta dislokasi bahu kiri.

Maruli menjelaskan jumlah pelaku bertambah setelah sejumlah rekan debt collector lainnya datang ke lokasi. Mereka kemudian diduga melakukan pengeroyokan terhadap kedua anggota Brimob tersebut.

"Personel kita itu berdebat, kemudian datang menyusul teman-teman debt collector itu jadi 11 orang, dan melakukan penganiayaan dan melakukan pembacokan kepada personel kita dari Satbrimob itu," katanya.

3. Puluhan anggota Brimob sisir dan mencari pelaku, 2 orang diamankan

-
ilustrasi Debt Collector (IDN Times/Aditya Pratama)

Mengetahui rekannya menjadi korban, sekitar 30 personel Brimob mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran. Warga yang menyaksikan kejadian itu juga ikut mengejar para pelaku yang melarikan diri ke arah Serang Barat.

Dalam pengejaran tersebut, dua orang berhasil diamankan di sekitar pintu Tol Serang Barat. Keduanya diketahui bernama Fhilip Ndarman (30), warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dan Yulianus Silvester Bedanaen (41), warga Flores Timur.

Kedua terduga pelaku kini ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten. Mereka juga menjalani perawatan di RS Dradjat Prawiranegara Serang akibat luka yang diderita saat diamankan.

Selain menangkap pelaku, polisi turut mengamankan dua kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut, yakni sebuah Toyota Fortuner dan Toyota Avanza.

Sementara itu, kedua anggota Brimob yang menjadi korban masih menjalani perawatan di RSUD Bhayangkara Polda Banten. Kondisi keduanya dilaporkan telah sadar setelah mendapatkan penanganan medis.

"Korban dirawat di RSUD Bhayangkara Polda Banten, tadi malam sudah sadar telah dilakukan penanganan medis," ujar Maruli.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Banten

See More