Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

415 Desa Kelurahan di Banten Rawan Terdampak Kekeringan

415 Desa Kelurahan di Banten Rawan Terdampak Kekeringan
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Share Article

Serang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan 415 desa kelurahan di wilayah Provinsi Banten rawan terkena dampak El Nino dan kekeringan saat puncak musim kemarau yang akan terjadi Agustus hingga September 2023.

Fungsional Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Banten Sukmawijaya mengatakan, wilayah rawan tersebut tersebar di delapan kabupaten/kota, sedangkan paling banyak di Kabupaten Pandeglang. Jumlah tersebut sesuai dengan katalog Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Sudah kita siapkan antisipasi bencana sih, termasuk pemetaan di beberapa wilayah yang berpotensi kekeringan dampak El Nino," kata Sukma dikutip dari kantor berita Antara pada Kamis (27/7/2023).

1. Fenomena kekeringan dan El Nino bisa berdampak serius pada sektor pertanian

ilustrasi Satgas BPBD PPU, foto diambil sebelum pandemik COVID-19 (IDN Times/Ervan Masbanjar)
ilustrasi Satgas BPBD PPU, foto diambil sebelum pandemik COVID-19 (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Ia menjelaskan, kekeringan yang diakibatkan fenomena tersebut dapat berdampak serius pada sektor pertanian dan pasokan air untuk kebutuhan masyarakat. Dalam menghadapi potensi tersebut, lanjut Sukmawijaya, pihaknya berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dengan instansi terkait.

"Upaya pencegahan dan mitigasi bencana akan menjadi fokus utama dalam mengantisipasi kekeringan dampak fenomena El Nino, sehingga dengan memetakan wilayah itu nantinya dapat mengetahui gambaran dan mempermudah BPBD dalam pendistribusian," kata Sukma. 

2. Keterlibatan aktif masyarakat juga menjadi kunci

(Tim SAR BPBD Muba saat melakukan evakuasi korban tenggelam di Sungai Lilin) IDN Times/Istimewa
(Tim SAR BPBD Muba saat melakukan evakuasi korban tenggelam di Sungai Lilin) IDN Times/Istimewa

Sukmawijaya mengatakan, guna mengantisipasi dampak tersebut, pihaknya sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan, seperti kendaraan operasional (mobil tanki air) untuk mendistribusikan air bersih kepada wilayah terdampak.

Dalam situasi yang rawan bencana kekeringan, katanya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan kerugian.

3. Masyarakat juga diminta waspada

Ilustrasi kemarau. Tanah tambak mengering di Kecamatan Mangara Bombang, Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (2/9/2019) (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Ilustrasi kemarau. Tanah tambak mengering di Kecamatan Mangara Bombang, Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (2/9/2019) (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

BPBD Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang dalam menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.

"Dengan berupaya dan bekerja sama ini diharapkan wilayah Banten dapat mengatasi tantangan bencana serta melindungi keberlangsungan hidup," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhammad Iqbal
EditorMuhammad Iqbal

Latest News Banten

See More

Stasiun Rawa Buntu, Perhentian Sepi Jadi Simpul Sibuk Para Penglaju

05 Jun 2026, 21:08 WIBNews