Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ada 271 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Serang

Ada 271 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Serang
IDN Times/Khaerul Anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Status Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten tak menjamin daerah ini menjadi maju. Justru, daerah ini kerap dikenal sebagai daerah kumuh dibanding dengan ibu kota di provinsi lain di wilayah Jawa.

Bahkan masih tertinggal jika dibandingkan dengan tiga daerah di Provinsi Banten itu sendiri yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Banyaknya kawasan kumuh, budaya kehidupan yang masih jorok serta tata kota yang semrawut masih menjadi pemandangan biasa di Kota Serang.Lantas seberapa luas kawasan kumuh di kota ini?

1. Kawasan kumuh tersebar di seluruh kecamatan, terparah kasemen

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang, ada 271 hektare kawasan kumuh di wilayahnya. Kawasan kumuh ini tersebar di seluruh kecamatan di Kota Serang. Kecamatan Kasemen merupakan daerah yang memiliki kawasan kumuh terbanyak dibanding kecamatan lainnya.

"Tersebar di 43 kelurahan, 86 RT/RW di 6 kecamatan. Jadi sebarannya memang hampir di tiap kecamatan ada," kata Kepala Bidang Kawasan Pemukiman Dinas Perkim Kota Serang, Iphan Fuad, Sabtu (11/11/2023).

2. Ada sejumlah indikator disebut kawasan kumuh

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Ada sejumlah indikator daerah-daerah itu ditetapkan menjadi kawasan kumuh, mulai dari kondisi jalan lingkungan, drainase, sanitasi, sarana air bersih, keteraturan rumah, persampahan, dan proteksi kebakarannya.

"Kumuh ada tingkatannya tapi kebayakan itu ringan dan berat. Kalau di Kasemen itu kumuh berat. Sebagian berat, sebagian sedang," katanya.

3. Masyarakat yang jorok kian memperparah kekumuhan

ilustrasi pemukiman yang padat dan kurang higenis (pexels.com/Tom Fisk)
ilustrasi pemukiman yang padat dan kurang higenis (pexels.com/Tom Fisk)

Selain dari kondisi lingkungan dan sarana prasarana yang masih buruk, kebiasaan hidup masyarakat yang juga masih jorok menambah kekumuhan yang kian parah di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Buang sampah sembarangan dan buang air besar (BAB masih menjadi hal biasa di daerah ini.

"Habit masyarakat itu sendiri buang sampah BAB sembarangan di daerah Kasemen, mandi di kali (sungai kotor), BAB iya (di situ), mandi dan cuci iya (di situ)," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
Irma Yudistirani
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar

Latest News Banten

See More

Polisi Buru Perekrut PMI Ilegal ke Kamboja yang Kabur ke Luar Negeri

27 Mei 2026, 17:32 WIBNews