Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ancaman Sesar Baribis di Banten yang Tertidur Selama 1 Abad
Peneliti Ungkap Sesar Baribis di Banten Diam Selama 1 Abad (Dok. IDN Times/sr)
  • Penelitian Sri Widiyantoro dkk menemukan segmen barat Sesar Baribis di Banten tidak menunjukkan aktivitas gempa selama 10 bulan pengamatan maupun dalam catatan kegempaan 100 tahun terakhir.
  • Daryono dari BMKG menegaskan bahwa sesar yang lama diam tetap berpotensi berbahaya karena bisa terus mengakumulasi energi tanpa menimbulkan gempa yang terasa masyarakat.
  • Tim peneliti menyebut minimnya aktivitas seismik bisa disebabkan pergerakan lambat atau akumulasi tegangan, sehingga pemantauan jangka panjang dengan data geologi dan seismologi tetap diperlukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times – Di tengah padatnya permukiman dan geliat pembangunan di Banten, Tangerang, hingga Jakarta, segmen barat Sesar Baribis justru menyimpan teka-teki yang membuat para ilmuwan terus menaruh perhatian.

Penelitian terbaru yang dilakukan Sri Widiyantoro dkk menemukan bahwa bagian paling barat sesar tersebut tidak menunjukkan aktivitas gempa lokal selama 10 bulan pengamatan maupun dalam catatan kegempaan sekitar 100 tahun terakhir.

Kondisi yang tampak tenang itu bukan berarti ancaman telah berlalu. Para peneliti mengingatkan, sesar yang lama diam belum tentu tidak aktif, sebab proses tektonik dapat terus berlangsung di bawah permukaan tanpa menimbulkan gempa yang dapat dirasakan manusia.

1. Sesar Baribis di selatan Jakarta hingga Banten diam selama seabad

Ilustrasi gempa seismograf (IDN Times/Sukma Shakti)

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Tectonophysics edisi Juni 2026 melalui penelitian berjudul Investigating the Tectonic Activity of the Western Baribis Fault Segment: Implications for Active Deformation in Northwest Java.

Sesar Baribis dikenal sebagai bagian dari sistem sesar naik (back-arc thrust) yang memanjang di wilayah utara Pulau Jawa dan melintasi bagian selatan Jakarta.

Selama beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian berhasil mengonfirmasi bahwa segmen timur Sesar Baribis, mulai dari Jakarta ke arah timur, masih aktif secara seismik. Aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah yang berada di sepanjang jalur sesar memiliki potensi ancaman gempa bumi.

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada segmen paling barat yang berada di wilayah selatan Serang atau wilayah bagian tengah Banten. Selama ini kawasan tersebut masih menjadi tanda tanya karena belum pernah dipetakan secara rinci menggunakan jaringan sensor gempa beresolusi tinggi.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti memasang tujuh seismometer bawah tanah (borehole seismometer) dan sembilan seismometer permukaan selama 10 bulan, mulai September 2024 hingga Juli 2025.

Hasil pengamatan menunjukkan tidak ditemukan aktivitas gempa lokal yang berkaitan dengan segmen paling barat Sesar Baribis selama masa penelitian. Temuan itu diperkuat dengan penelusuran katalog gempa selama sekitar 100 tahun terakhir yang juga tidak menunjukkan adanya aktivitas kegempaan signifikan di kawasan tersebut.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa kondisi “tenang” tersebut tidak dapat diartikan bahwa sesar telah mati atau tidak lagi berpotensi bergerak di masa depan.

2. Ahli ingatkan sesar yang lama diam justru perlu diwaspadai

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono (YouTube/BMKG)

Edukator kebencanaan yang merupakan mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengingatkan masyarakat agar tidak salah menafsirkan hasil penelitian tersebut.

“Dalam kebencanaan, yang paling berbahaya sering kali bukan sesar yang sering gempa, melainkan sesar yang lama diam tetapi terus mengakumulasi energi. Tidak adanya gempa selama puluhan hingga ratusan tahun bukan bukti keamanan, melainkan bisa menjadi tanda bahwa proses tektonik sedang berlangsung tanpa kita rasakan,” ujar Daryono, dikutip Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, penelitian seperti ini penting untuk memahami karakter sesar secara lebih baik, sekaligus menjadi dasar dalam memperkuat mitigasi bencana di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

3. Penelitian membuka peluang kajian lanjutan

Peneliti Ungkap Sesar Baribis di Banten Diam Selama 1 Abad (Dok. IDN Times/sr)

Tim peneliti menyebut ada sejumlah kemungkinan yang menjelaskan minimnya aktivitas seismik di segmen barat Sesar Baribis. Mulai dari laju pergerakan sesar yang sangat lambat, periode ulang gempa yang panjang, hingga kemungkinan akumulasi tegangan yang belum dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Selain itu, penelitian juga mengindikasikan adanya reorganisasi tektonik di wilayah Jawa bagian barat. Sebagian aktivitas deformasi diduga bergeser ke arah selatan dan berhubungan dengan sistem tektonik yang lebih kompleks antara Jawa dan Sumatra.

Karena itu, para peneliti menilai pemantauan jangka panjang menggunakan data geologi, geodesi, dan seismologi tetap diperlukan untuk memastikan tingkat aktivitas sesar di masa mendatang.

Editorial Team

Related Article