Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Angka Stunting di Lebak Naik, Pemkab Akan Cek Data

Angka Stunting di Lebak Naik, Pemkab Akan Cek Data
Ilustrasi pertumbuhan anak stunting (pexels)
Intinya Sih
  • Kasus stunting di Kabupaten Lebak dilaporkan naik 530 anak pada 2025 dibanding tahun sebelumnya, dengan total sementara mencapai 4.684 kasus.
  • Peningkatan terbesar tercatat di wilayah kerja beberapa Puskesmas seperti Pajagan, Cikulur, dan Bayah yang menunjukkan lonjakan cukup signifikan.
  • Pemerintah daerah masih memverifikasi data karena ditemukan indikasi anomali, termasuk kemungkinan kesalahan input atau kerusakan alat ukur sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebak, IDN Times — Angka stunting di Kabupaten Lebak, dilaporkan mengalami kenaikan pada 2025. Berdasarkan data sementara, jumlah anak yang mengalami stunting bertambah sebanyak 530 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapperida Lebak, Widy Ferdian mengatakan, data tersebut saat ini masih dalam tahap pengecekan ulang oleh pemerintah daerah.

“Jadi terhadap data hasil input operator di tingkat Posyandu dan desa tersebut sedang kami krocek. Kemarin Pak Sekda sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi data itu,” kata Widy, Senin (30/3/2026).

1. Kenaikan terjadi di sejumlah wilayah

Faktor penyebab stunting pada anak (IDN Times/M Shakti)
Faktor penyebab stunting pada anak (IDN Times/M Shakti)

Widy menjelaskan, pada 2024 jumlah kasus stunting tercatat sebanyak 4.154 anak. Sementara pada 2025, berdasarkan laporan awal, jumlahnya meningkat menjadi 4.684 anak. “Kenaikannya itu terlokalisir di beberapa Puskesmas seperti Pajagan, Cikulur, kemudian Bayah. Di sana angka (kenaikan) cukup besar,” ujarnya.

2. Pemda menemukan indikasi data anomali

Tren dan target penurunan stunting di Indonesia (IDN Times/M Shakti)
Tren dan target penurunan stunting di Indonesia (IDN Times/M Shakti)

Meski demikian, Widy menegaskan pemerintah daerah belum dapat memastikan validitas kenaikan tersebut. Pasalnya, terdapat indikasi anomali dalam data yang dilaporkan.

“Istilahnya ada yang anomali ya karena kenaikannya sampai 10 sampai 32 persen. Makanya oleh teman-teman di Dinas Kesehatan mau kroscek dulu. Kami khawatir ada pemahaman petugas atau operator yang tidak terstandar,” ucap dia.

Ia menambahkan, kemungkinan kesalahan bisa berasal dari pemahaman petugas hingga faktor teknis seperti kerusakan alat ukur. “Bisa karena pemahamannya atau mungkin kerusakan alat dan sebagainya, karena tidak mungkin ada penambahan 500 atau 700 orang, kita butuh verifikasi data itu,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lebak saat ini memprioritaskan verifikasi data sebelum mengambil langkah lanjutan. Hal ini dilakukan agar kebijakan penanganan stunting dapat tepat sasaran dan berbasis data yang akurat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More