Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo tampak lengang pada H-3 lebaran, Minggu (7/4/2024) siang. (IDN Times/Ardiansyah Fajar).
Dari sisi pemaknaan, dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Serang, M Ishom el-Saha menjelaskan, mudik merupakan momen yang selalu dinantikan masyarakat urban.
"Masyarakat berduyun-duyun melakukan perjalanan darat, laut, dan udara menjelang lebaran pada dasarnya karena spirit dan motivasi dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sanak famili di kampung halaman," kata M Ishom el-Saha dalam tulisannya di laman Kemenag RI.
Secara teologis, spirit dan motivasi mudik tak ubahnya seperti perjalanan hidup manusia. Dari mana asal manusia, maka ke situ pula manusia kembali. Manusia pada dasarnya ingin kembali dengan selamat.
Dalam agama, manusia yang dapat kembali dengan selamat digambarkan sebagai manusia yang berjiwa tenang atau nafsul mutmainnah dalam keilmuan Islam.
"Nafsul mutmainnah adalah jiwa pada diri orang-orang yang patuh dan taat. Kepada siapa? Secara agama kepatutan dan ketaatan manusia ditujukan kepada Tuhan yang mengatur dunia. Tuhan adalah sumber dari asal-usul manusia dan kelak manusia akan kembali menghadap kepada-Nya," ungkapnya.
Manusia, lanjutnya, yang mematuhi ajaran agama maka ia akan kembali kepada Tuhannya. Dengan ketenangan dan kebahagiaan yang luar biasa," tulisnya.