Serang, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan program prioritas Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) bukan sekadar jargon. Program ini dirancang berbasis data dan kebutuhan masyarakat desa dengan target mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah perdesaan.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten Arif Agus Rakhman mengatakan, Bang Andra merupakan turunan dari program ‘Banten Bagus’ yang fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
"Program ini juga selaras dengan Asta Cita ke-6 Presiden, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” kata Arif di Kota Serang, Kamis (26/2/2026).
Bang Andra Tancap Gas, Puluhan Kilometer Jalan Desa Dibangun Tahun Ini

1. Sebanyak 62 infrastruktur dibangun pada 2025
Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Banten membangun 62 infrastruktur desa, terdiri 61 ruas jalan dan 1 unit jembatan dengan total panjang mencapai 67,87 kilometer, di awal tahun Andra Soni dan Dimyati menjabat. Pembangunan tersebut menyasar desa dengan keterbatasan akses transportasi dan distribusi logistik.
"Program ini berlanjut pada APBD 2026. Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp167,4 miliar untuk membangun 46,71 kilometer infrastruktur desa di berbagai kabupaten dan kota," katanya.
2. Tekan desa terisolasi dan dongkrak ekonomi
Arif menegaskan, keberlanjutan program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan wilayah perdesaan guna untuk membuka potensi ekonomi di perdesaan.
“Ukuran keberhasilan Bang Andra adalah berkurangnya keterisolasian desa dan meningkatnya aktivitas ekonomi warga,” katanya.
3. Memperlancar distribusi hasil pertanian
Arif mengatakan, pembangunan jalan desa diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung UMKM desa, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.
"Pemprov Banten juga membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan saran dan masukan. Evaluasi program dilakukan secara objektif dengan mengacu pada capaian fisik, perencanaan anggaran, serta dampak sosial dan ekonomi di lapangan," katanya.