Banjir Terjang Banten, Ribuan Warga Terdampak, Puluhan Mengungsi

- Sebanyak 62 KK memilih mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman warga.
- Kota Serang berangsur surut, sebagian wilayah Cilegon masih terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 centimeter.
- Selain banjir, BPBD Provinsi Banten juga mencatat kejadian tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Serang, di antaranya Kecamatan Mancak, Waringinkurung, dan Padarincang.
Serang, IDN Times – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten selama periode 2–3 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat, ribuan warga terdampak akibat peristiwa tersebut.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan berdasarkan data sementara hingga Minggu (4/1/2026), tercatat 1.853 kepala keluarga (KK) atau 3.509 jiwa terdampak, dengan 1.512 rumah terdampak di berbagai kabupaten dan kota di Banten.
Table of Content
1. Sebanyak 62 KK memilih mengungsi

Selain itu, BPBD juga mencatat sebanyak 62 KK atau 56 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman warga. Pengungsian dilakukan karena ketinggian air masih menggenangi rumah warga dan dinilai membahayakan keselamatan.
“Bencana yang terjadi didominasi banjir, disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem. Sebagian besar wilayah terdampak berada di Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang,” kata Lutfi.
2. Kota Serang berangsur surut, sebagian wilayah Cilegon masih terendam

Di Kota Serang, banjir merendam sejumlah kawasan seperti Kasemen, Cimuncang, Kaujon Kidul, hingga Banten Lama. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 centimeter. Meski sebagian wilayah dilaporkan berangsur surut, BPBD menyebut masih terdapat titik-titik yang sempat terendam dan membutuhkan penanganan lanjutan, terutama di kawasan permukiman padat.
Sementara di Kota Cilegon, banjir terjadi di Kecamatan Ciwandan, Citangkil, Kepuh, Kubangsari, dan Warnasari. Genangan air di sejumlah titik sempat mengganggu aktivitas warga, akses jalan utama, serta jalur logistik menuju kawasan industri dan pelabuhan.
"Hingga Minggu pagi, beberapa wilayah dilaporkan masih tergenang dan dalam pemantauan petugas," katanya.
3. Selain banjir longsor juga terjadi sejumlah titik di Serang

Selain banjir, BPBD Provinsi Banten juga mencatat kejadian tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Serang, di antaranya Kecamatan Mancak, Waringinkurung, dan Padarincang. Seluruh kejadian longsor dilaporkan telah ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Petugas gabungan terus melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, dan Polri untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” kata Lutfi.
BPBD Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di awal Januari.
"Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta segera mengungsi apabila kondisi memburuk dan mengikuti arahan petugas," katannya.















